Rabu, 6 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Temui Kapolres, PCNU Sampang Bahas Program Pesantren Ramah Anak

Syabilur Rosyad - Wednesday, 06 May 2026 | 07:24 AM

Background
 Temui Kapolres, PCNU Sampang Bahas Program Pesantren Ramah Anak
PCNU Sampang saat melakukan adiensi ke Mapolres Sampang, Rabu (6/5/2026). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Kabupaten Sampang mendatangi Polres setempat, Rabu (6/5/2026). Tujuannya untuk membahas penguatan program pesantren ramah anak. Pertemuan ini adalah langkah strategis dalam memastikan lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak.


Ketua PCNU Sampang, KH Moh. Itqan Bushiri menegaskan, pesantren memiliki tanggung jawab besar. Tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menjamin perlindungan hak-hak santri.


"Pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendidik tanpa kekerasan. Tidak boleh ada lagi praktik yang merugikan anak, baik secara fisik maupun psikis," katanya kepada awak media, Rabu (6/5/2026). 




Menurut dia, upaya yang dilakukan bukan untuk menyudutkan pesantren, melainkan memperkuat sistem yang sudah ada.


"Kami tahu, pesantren adalah benteng moral, maka harus dibarengi dengan sistem perlindungan anak yang jelas dan terukur," tegasnya.




PCNU juga mendorong adanya langkah konkret seperti penyusunan standar operasional perlindungan anak dan pembentukan mekanisme pengaduan di lingkungan pesantren.


"Kami berharap ada SOP yang baku, serta ruang aduan yang aman bagi santri. Ini penting agar setiap persoalan bisa ditangani secara cepat dan tepat," imbuhnya.


Sementara itu,  Kapolres Sampang, AKBP Hartono mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk bersinergi dalam penguatan perlindungan anak.




"Kami siap mendukung penuh, baik melalui sosialisasi hukum, edukasi, maupun pendampingan. Jika ada pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," ujarnya. 


Hartono juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui kolaborasi lintas sektor. "Pencegahan adalah kunci. Dengan kerja sama antara ulama, masyarakat, dan kepolisian, kita bisa menciptakan lingkungan pesantren yang benar-benar ramah anak," pungkasnya. (Syad)