Ribuan Nelayan Sampang Belum Tersentuh Bantuan, Ini Penyebabnya
Ach. Mukrim - Wednesday, 06 May 2026 | 07:20 AM


salsabilafm.com - Mayoritas masyarakat di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bekerja sebagai nelayan. Namun, tidak semua dari mereka bisa mengakses bantuan dari pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Sampang, Fajar Sidiq, mengungkapkan, jumlah nelayan di wilayahnya mencapai belasan ribu orang. Mereka tersebar di tujuh kecamatan pesisir, yakni Sampang, Pangarengan, Camplong, Sreseh, Ketapang, Banyuates, dan Sokobanah.
Pada tahun ini, pemerintah daerah menyalurkan bantuan berupa jaring kepada nelayan. Bantuan tersebut bersumber dari APBD dan merupakan hasil usulan dalam Musrenbang 2025.
"Namun tidak semua nelayan mendapatkan bantuan tersebut," katanya, Rabu (6/5/2026).
Dia menjelaskan, bantuan hanya diberikan kepada nelayan yang tergabung dalam kelompok resmi serta memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Tahun ini, hanya empat kelompok nelayan yang menerima bantuan tersebut.
Berdasarkan data, terdapat 168 kelompok nelayan yang memiliki SKT di Kabupaten Sampang. Setiap kelompok beranggotakan sekitar 10 hingga 15 orang, sehingga total nelayan yang tergabung dalam kelompok mencapai sekitar 2.520 orang.
Sementara itu, jumlah total nelayan di Kabupaten Sampang mencapai 15.597 orang. Artinya, masih banyak nelayan yang belum tergabung dalam kelompok.
"Memang banyak nelayan yang tidak bergabung dalam kelompok, karena lebih memilih fokus melaut daripada berorganisasi," jelasnya.
Akibatnya, nelayan yang tidak tergabung dalam kelompok tidak dapat mengakses bantuan pemerintah. Meski demikian, Fajar memastikan, pembinaan tetap diberikan kepada seluruh nelayan, baik yang tergabung dalam kelompok maupun tidak.
"Untuk pendataan, itu menjadi tugas penyuluh perikanan," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
19 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
19 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
21 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
21 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
21 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
a day ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
a day ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




