Terapkan Pembelajaran Digital, Fitria Rosita Juara Inovasi Guru PAUD Se-Kabupaten
Ach. Mukrim - Saturday, 02 May 2026 | 08:07 AM


salsabilafm.com - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi kabar membanggakan dari dunia pendidikan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Seorang guru PAUD berhasil mencuri perhatian lewat inovasi pembelajaran berbasis digital.
Fitria Rosita, Kepala Sekolah TK Darul Hikam Desa Madupat, Kecamatan Camplong, meraih Juara 1 Lomba Inovasi Guru Jenjang PAUD tingkat kabupaten. Penghargaan itu diberikan dalam rangka Hardiknas 2026 dan tertuang dalam piagam resmi yang ditandatangani Bupati Sampang Slamet Junaidi pada 29 April 2026.
Fitria mengangkat inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang dikemas interaktif untuk anak usia dini. Metode yang digunakan menggabungkan video animasi, media digital interaktif, hingga game edukatif sebagai sarana belajar sambil bermain.
"Pembelajaran di PAUD tidak hanya mendidik, tetapi juga harus membahagiakan. Anak-anak belajar paling baik ketika mereka merasa senang dan terlibat langsung dalam prosesnya," kata Fitria, Sabtu (2/5/2026).
Dia menegaskan, penggunaan teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat proses pembelajaran agar lebih mudah dipahami anak.
"Teknologi hanyalah jembatan. Guru tetap menjadi pendamping utama. Dengan media interaktif, anak bisa belajar sambil bermain sehingga lebih cepat menangkap materi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, inovasi tersebut bukan muncul secara instan. Sejak 2022, TK Darul Hikam mulai memanfaatkan proyektor dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan teknologi kemudian berkembang dengan hadirnya perangkat digital interaktif (PID) yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran di layar.
Fitria juga menyoroti pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah di desa juga bisa berinovasi. Kuncinya ada pada kemauan untuk belajar dan beradaptasi," ungkapnya.
Di tengah aktivitasnya sebagai kepala sekolah, Fitria saat ini juga menempuh pendidikan Magister Teknologi Pendidikan di Universitas Dr. Soetomo Surabaya sebagai upaya meningkatkan kompetensi sejalan dengan inovasi yang ia terapkan.
Fitria berharap inovasi pembelajaran digital dapat diperluas hingga ke wilayah pedesaan agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara desa dan kota.
"Harapan saya sederhana, semua anak Indonesia berhak mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan, menarik, dan berkualitas tanpa melihat di mana mereka belajar," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
11 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
12 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
12 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
12 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
12 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
12 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
12 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
12 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
12 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





