Sabtu, 2 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Peringati Hardiknas 2026, Wabup Sampang: Pendidikan untuk Memanusiakan Manusia

Ach. Mukrim - Saturday, 02 May 2026 | 07:16 AM

Background
Peringati Hardiknas 2026, Wabup Sampang: Pendidikan untuk Memanusiakan Manusia
Upacara Hardiknas (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 berlangsung khidmat di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga pendidik, hingga pelajar dari berbagai sekolah.


Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz menyampaikan, momentum Hardiknas adalah ajang refleksi sekaligus penguatan semangat pendidikan nasional. Dia mengajak seluruh insan pendidikan untuk bersyukur atas kesempatan memperingati Hardiknas dalam keadaan sehat. 


"Pendidikan merupakan proses yang dilandasi kasih sayang untuk memanusiakan manusia, sekaligus menumbuhkembangkan potensi dan fitrah manusia sebagai makhluk mulia, sebagaimana prinsip yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara," katanya.




Lebih lanjut, Mahfudz menjelaskan, pendidikan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, serta sejalan dengan visi pembangunan nasional. 


Menurutnya, pendidikan adalah upaya bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh, demi mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.




"Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas," jelasnya.


Dia memaparkan, perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang kelas, sehingga pembelajaran mendalam menjadi langkah strategis untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional. Ia juga menambahkan ada lima kebijakan strategis Kemendikdasmen. 


Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi, dan lebih dari 288.000 satuan pendidikan telah menerima papan interaktif digital.




Kedua, peningkatan kualitas, kompetensi, dan kesejahteraan guru, termasuk pemberian beasiswa bagi guru yang belum berpendidikan Diploma IV atau Strata 1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada 2026, beasiswa dialokasikan untuk 150.000 guru. Selain itu, tunjangan sertifikasi guru ditingkatkan dan disalurkan setiap bulan, serta pemberian insentif bagi guru honorer.


Ketiga, penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, dengan menjadikan sekolah sebagai "rumah kedua" bagi siswa melalui berbagai program penguatan karakter.




Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).


Kelima, perluasan akses pendidikan yang mudah, terjangkau, dan fleksibel melalui berbagai model seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, sekolah luar biasa (SLB), serta pendidikan inklusi berbasis masyarakat.


Dia menegaskan, keberhasilan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait. Ia juga menekankan pentingnya tiga hal utama, yakni pola pikir maju (mindset), mental yang kuat, dan misi yang lurus.




"Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," pungkasnya.(Mukrim)