Pietra Widiadi: Pendamping Tak Hanya Fasilitator, Tapi Agen Perubahan Perilaku Masyarakat
Redaksi - Thursday, 30 April 2026 | 09:57 AM


salsabilafm.com - Peran pendamping sangat penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama di tengah tantangan resistensi sosial yang kerap muncul dalam proses transformasi. Hal itu disampaikan Pietra Widiadi, pendiri Yayasan Dorong Inovasi Alam Lestari (DIAL) Malang saat menjadi narasumber program Salsa Talkshow, Kamis (30/4/2026).
"Peran pendamping tidak hanya sebatas fasilitator, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong transformasi perilaku masyarakat," kata dia.
Pria yang akrab disapa Pietra ini menegaskan, pendamping harus memiliki sejumlah prinsip dasar. Di antaranya beradab, rendah hati, sabar mendengar, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Selain itu, pendamping juga dituntut untuk terus memperkaya diri melalui literasi dan proses belajar berkelanjutan.
"Pendamping itu harus menjadi pionir, memberi contoh, dan terus belajar agar bisa mendorong perubahan yang lebih baik," katanya.
Menurut dia, perubahan sosial membutuhkan waktu panjang. Dalam jangka pendek, perubahan dapat terlihat dalam kurun 4 hingga 5 tahun. Namun, untuk perubahan yang lebih mendalam hingga tingkat generasi, proses tersebut bisa berlangsung hingga puluhan tahun.
Pria yang telah berkecimpung dalam pendampingan selama sekitar 30 tahun ini mengungkapkan, tantangan terbesar di lapangan adalah menghadapi masyarakat yang enggan berubah. Sikap merasa paling benar hingga keras kepala kerap menjadi hambatan dalam proses pendampingan.
"Perubahan itu mengganggu zona nyaman, jadi wajar kalau ada penolakan. Bahkan dalam beberapa kasus bisa muncul reaksi keras," ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pietra menekankan pentingnya introspeksi bagi pendamping sebelum terjun ke masyarakat. Dia mengingatkan agar pendamping tidak menggunakan pendekatan yang dapat melukai perasaan masyarakat.
"Rendah hati, sabar, dan menjadi teladan itu kunci menghadapi penolakan," ucapnya.
Lebih lanjut, dia menilai profesi pendamping sebaiknya dilandasi panggilan hidup, bukan semata pekerjaan. Dengan demikian, pendamping dapat tetap konsisten dalam mendorong perubahan meski menghadapi keterbatasan, termasuk dari sisi pendanaan.
Pietra juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat, termasuk melalui skema kemitraan.
Dia menambahkan, kemampuan bertahan dan beradaptasi menjadi hal penting bagi para pendamping di tengah dinamika perubahan sosial yang terus berlangsung.
"Pendamping harus bisa bertahan dan terus beradaptasi di tengah perubahan zaman," pesannya. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
10 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
10 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
12 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
12 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
12 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
12 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
12 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





