Kamis, 30 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Radio Masih Bisa Bertahan di Era Digital, Pietra Widiadi: Kuncinya Adaptasi!

Redaksi - Thursday, 30 April 2026 | 09:55 AM

Background
Radio Masih Bisa Bertahan di Era Digital, Pietra Widiadi: Kuncinya Adaptasi!
Pietra Widiadi (Dok.Salsabilafm/)

salsabilafm.com -  Radio masih memiliki peluang besar untuk bertahan di tengah perubahan industri media yang semakin digital. Syaratnya adalah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan audiens.


Pernyataan itu disampaikan Pietra Widiadi, pendiri Yayasan Dorong Inovasi Alam Lestari (DIAL) Malang, di Sampang, Kamis (30/4/2026). 


Mantan penyiar Radio Suara Surabaya era 80-an ini mengatakan, radio pada dasarnya merupakan media yang memiliki daya tahan kuat. Namun, keberlanjutannya sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai media komunikasi publik.




"Radio ini sebenarnya sudah keren. Tapi supaya lebih keren lagi, harus bisa bertahan dengan kondisi sekarang dan terus beradaptasi," katanya. 


Menurut Pietra, radio perlu terus melakukan inovasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan platform digital yang semakin masif digunakan masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan.




"Kalau tidak beradaptasi, ya akan ditinggalkan. Tapi kalau mau berubah, radio masih bisa sangat relevan," sebutnya.


Radio Salsabila FM, kata dia, tetap memiliki tempat di tengah evolusi industri media, meski harus menghadapi tantangan besar di era digital.


"Ini seperti Dinosaurus yang masih dilestarikan, jangan sampai hilang. Harus tetap ada, seperti pakis yang sudah ada sejak zaman purba tapi masih hidup sampai sekarang," ujarnya.




Kata Pietra, kunci utama keberlangsungan radio bukan hanya pada teknologi, tetapi juga kreativitas sumber daya manusia di dalamnya. Menurutnya, konten yang kuat dan kedekatan dengan pendengar menjadi keunggulan yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh media lain.


Pietra menegaskan, radio yang mampu memadukan tradisi penyiaran dengan inovasi digital akan tetap memiliki ruang di tengah persaingan media yang semakin ketat.




"Yang penting itu bukan cuma alatnya, tapi bagaimana orang di dalamnya bisa terus kreatif dan dekat dengan pendengar," pungkasnya. (Mukrim)