Kasus Kanker Payudara di Pamekasan Tinggi, Minim Deteksi Dini Jadi Penyebab
Redaksi - Wednesday, 06 May 2026 | 07:30 AM


salsabilafm.com - Kasus kanker payudara masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Pamekasan. Penyakit ini menjadi salah satu ancaman kesehatan utama bagi perempuan, terutama karena banyak kasus terdeteksi dalam kondisi sudah lanjut.
Berdasarkan laporan, jumlah pasien BPJS di puskesmas yang terdiagnosis kanker payudara pada 2025 tercatat sebanyak 125 orang. Angka tersebut diperkirakan lebih tinggi karena masih adanya keterlambatan deteksi di masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menyebutkan, banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi sudah memasuki stadium lanjut. Hal ini dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini serta minimnya pengetahuan tentang gejala awal.
"Sebagian besar pasien baru memeriksakan diri setelah merasakan keluhan yang cukup parah. Padahal, jika terdeteksi lebih awal, peluang sembuh jauh lebih besar," ujar Saifudin, Kadinkes Pamekasan, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, gejala kanker payudara umumnya ditandai dengan perubahan pada bagian payudara. Berikut tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai:
1. Benjolan di payudara
Biasanya tidak nyeri sehingga sering diabaikan, terasa keras dan tidak mudah digerakkan.
2. Perubahan bentuk atau ukuran payudara
Salah satu payudara terlihat berbeda atau mengalami pembengkakan tanpa sebab yang jelas.
3. Perubahan pada kulit payudara
Kulit tampak seperti kulit jeruk, kemerahan, atau menebal.
4. Perubahan pada puting
Puting tertarik ke dalam atau mengeluarkan cairan, baik bening maupun berdarah.
5. Nyeri yang tidak biasa
Nyeri berlangsung terus-menerus meski tidak selalu muncul pada tahap awal.
Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan penanganan, salah satunya dengan memperkuat layanan di rumah sakit serta menyediakan alat deteksi seperti mammografi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) juga terus digencarkan.
Meski demikian, keterbatasan fasilitas spesialis di daerah menjadi kendala karena sebagian pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk penanganan lanjutan.
"Karena di Pamekasan tidak ada RS yg mempunyai poli onkologi, maka semua pasien terpaksa dirujuk ke Surabaya," tambahnya.
Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya pengendalian kanker. Secara nasional, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia, dan kondisi di Pamekasan mencerminkan tren tersebut.
Pemerintah dan tenaga kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih waspada terhadap perubahan pada tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara. (*)
Next News

Masuk Awal Musim Tanam, Petani di Pamekasan Mulai Mengolah Lahan Tembakau
9 hours ago

Temui Kapolres, PCNU Sampang Bahas Program Pesantren Ramah Anak
9 hours ago

Disdik Sampang Dorong Mutu Pendidikan Lewat Inovasi, Akui Kesejahteraan Guru Belum Ada Peningkatan
9 hours ago

Ribuan Nelayan Sampang Belum Tersentuh Bantuan, Ini Penyebabnya
9 hours ago

Madura United Bungkam Bali United 2-0 di Bangkalan
9 hours ago

Bupati Pamekasan Lepas 1.384 CJH: Semoga Semuanya Mendapatkan Haji Mabrur
a day ago

Visa Non-Haji Dilarang, Warga Sampang Diminta Waspada Travel Ilegal
2 days ago

Jelang Iduladha, 60 Petugas Diterjunkan Pantau Hewan Kurban di Sampang
2 days ago

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
2 days ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
2 days ago





