Tanah Longsor di Sampang Ancam Akses Jalan dan Permukiman Warga
Redaksi - Sunday, 03 May 2026 | 07:34 AM


salsabilafm.com - Tanah longsor menjadi kekhwatiran bagi warga dusun Plampe'an, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Sebab, longsor itu memakan badan jalan dan mengancam 4 kepala keluarga (KK).
Longsor tersebut dipicu oleh adanya aliran air parit kecil di bawah permukaan tanah, sehingga mengakibatkan struktur tanah labil dan akhirnya terkikis dan menyebabkan longsor hingga mencapai kedalaman sekitar 20 meter, dengan lebar 15 meter.
"Kalau dari jalan kira-kira 7 meteran, kalau dari pemukiman warga kira-kira 10 meteran,"
kata Fatoni, salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan tanah longsor tersebut.
Fatoni juga mengatakan, longsor tersebut mulai terjadi dengan adanya longsoran kecil di awal tahun 2023. Kemudian semakin membesar pada tahun 2024, hingga saat ini.
"Makin hari makin parah, sampai mengenai jalan kampung, dan rumah-rumah warga yang ada disekitarnya," katanya.
Fatoni menambahkan, pemerintah desa setempat sudah mendatangi lokasi Tanah longsor tersebut dan melihatnya, namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun.
"Iya, sempat didatangi kepala desa, untuk melihat longsor itu, namun sampai saat ini belum ada tindakan dan eksekusinya," tuturnya.
Dia berharap pemerintah setempat tidak diam diri dan menganggap remeh peristiwa kecil tersebut. Sebab hal itu sangat berdampak bagi warga sekitar, utamanya warga yang rumahnya bersebelahan dengan tanah longsor tersebut.
"Kami mohon bantuannya kepada bapak kades, bapak camat, bapak bupati agar peristiwa ini segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Sementara itu Kalaksa BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, pihaknya sudah mengajukan laporan ke BPBD provinsi. Namun, usulan tersebut tidak ditindaklanjuti karena kewenangan tersebut berada di Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA).
"Bukan ranahnya soalnya. Itu ranahnya provinsi yang bagian sungai, jadi mungkin biar ada petunjuk dan teknis seperti apa nantinya," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Fajar mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati kawasan tanah longsor tersebut. Sebab, area itu cukup terjal dan tanahnya labil yang berpotensi membahayakan.
"Lokasinya cukup rawan ya. Jadi hindari tempat-tempat itu, itu sudah ada rambunya juga. Bagus itu sudah ada pengamannya, jadi hindari dulu di daerah sekitar itu," pungkasnya. (Bed)
Next News

PMI Asal Sampang Diduga Disiksa di Libya, Disnaker Teruskan Kasus ke Kemenlu dan BP2MI
15 hours ago

Kecelakaan Maut Pikap Vs Truk di Bangkalan, 1 Orang Tewas Terjepit
15 hours ago

Pemkab Bangkalan Siapkan 3.500 Hektare Lahan untuk Pembangunan Kawasan Industri
16 hours ago

Truk Tabrak Pohon di Bangkalan, Kaki Kernet Patah
16 hours ago

Pemkab Sumenep Mutasi dan Promosi 129 PNS dan PPPK
16 hours ago

Meluas, Kekeringan Kritis di Sampang Bertambah Jadi 81 Desa
16 hours ago

Kebakaran di Bangka Selatan, 305 Rumah dan 1.800 Jiwa Terdampak
10 hours ago

Viral Perundungan di Asrama, Telkom University DO Dua Mahasiswa
10 hours ago

Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti Diangkat Jadi Kapolres Bangkalan
a day ago

Begini Penjelasan Polisi Soal Perusakan Indomaret di Pamekasan
a day ago




