Rabu, 28 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Plafon Ruang Kelas Runtuh, Belasan Siswa di Bangkalan Berhamburan Keluar

Redaksi - Wednesday, 28 January 2026 | 05:15 AM

Background
Plafon Ruang Kelas Runtuh, Belasan Siswa di Bangkalan Berhamburan Keluar
Siswa melihat plafon sekolah ambruk. ( Istimewa/)


salsabilafm.com  - Plafon ruang kelas 1 di SDN Kramat 1, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ambruk. Kejadian itu terjadi pada Rabu (28/1/2026), saat proses belajar mengajar berlangsung. 


Kepala SDN Kramat 1, Sri Handayani mengatakan, kejadian tersebut terjadi pagi tadi saat siswa masuk kelas. Sebelum plafon retak, terdengar bunyi retakan.


"Ada bunyi krek, krek, begitu. Lalu guru kelas 1 langsung minta siswa semuanya keluar," tuturnya. 


Siswa langsung berhamburan keluar kelas. Bahkan, tas beberapa siswa masih tertinggal di dalam ruangan tersebut.


Tak lama dari bunyi itu, plafon kelas runtuh. Setelah runtuhan pertama, runtuhan kembali terjadi hingga tiga kali. 


"Saya dengar dari ruang kantor itu langsung kaget. Saya langsung keluar dan melihat plafon sudah runtuh," terangnya.


Dia langsung mengecek kondisi siswa. Beruntung, saat plafon ambruk tak ada siswa di dalam kelas dan tidak ada yang menjadi korban. 


"Alhamdulillah, siswa tidak ada yang menjadi korban," ungkap Sri Handayani. 


Setelah kejadian tersebut, para guru langsung masuk ke dalam kelas mengambil perlengkapan siswa yang tertinggal. Selain itu, beberapa perlengkapan menulis dan kipas angin juga turut dibawa ke luar kelas. 


"Setelah itu, siswa kelas 1 yang jumlahnya 11 orang ini kami pindahkan belajar di ruang mushala," imbuhnya.


Dia menduga ambruknya plafon tersebut disebabkan oleh angin dan hujan deras yang terjadi kemarin. Sebab, hujan yang terjadi sehari penuh itu diduga mengakibatkan plafon lembab. 


"Mungkin karena lembab itu, makanya ambruk. Apalagi ini bangunan sudah sekitar 10 sampai 15 tahunan belum diperbaiki," jelasnya. 


Sri Handayani berharap, kejadian itu tak menimpa ruang kelas yang ada di sebelahnya. 


"Sudah kami laporkan ke dinas. Kami berharap satu deret ini bisa diperbaiki. Karena kami juga khawatir jika ada angin dan hujan lagi, kerusakan menjalar," pungkasnya. (*)