PJU di Sampang Dianggarkan Rp15,9 Miliar, Fokus Sasar 60 Titik Strategis
Ach. Mukrim - Wednesday, 28 January 2026 | 05:27 AM


salsabilafm.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran fantastis senilai Rp15,9 miliar untuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada tahun 2026. Proyek besar ini menyasar puluhan titik di berbagai wilayah strategis guna mendongkrak keamanan infrastruktur daerah.
Kepala Dishub Sampang melalui Kabid Hubungan Darat, Khotibul Umam mengungkapkan, anggaran belasan miliar yang bersumber dari APBD tersebut akan direalisasikan di 60 titik lokasi. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari program aspirasi melalui pokok pikiran (pokir) anggota dewan.
"Jenis pengadaannya ada yang berbasis jaringan listrik kabel dan ada pula yang menggunakan panel surya," katanya, Rabu (27/1/2026).
Dia menjelaskan, besaran dana untuk tiap titik bersifat variatif, mulai dari Rp100 juta hingga Rp400 juta. Perbedaan nilai kontrak ini bergantung pada jumlah tiang dan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
"Salah satu proyek besar akan difokuskan pada ruas jalan Tobai Barat-Gunung Kesan dengan pagu Rp400 juta untuk pemasangan 20 unit lampu," ujarnya.
Realisasi pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada Februari mendatang. Langkah percepatan ini diambil guna memastikan proyek selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan publik.
"Ini bagian dari target kami, mengingat kebutuhan masyarakat akan penerangan jalan sangat mendesak. Kami akan start dari awal tahun agar waktunya bisa mencukupi," tambahnya.
Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sampang, Latifah, menegaskan, pemanfaatan PJU harus benar-benar menyentuh aspek keamanan masyarakat di level akar rumput. Dia mewanti-wanti agar anggaran jumbo tersebut tidak salah alamat ke lokasi yang tidak mendesak.
"Pemanfaatan PJU bagi masyarakat sangat terasa kebutuhannya, terutama di jalan yang rawan terjadi tindak kriminalitas," ujarnya.
Latifah meminta agar Pemkab Sampang tidak hanya sekadar membangun, tetapi juga teliti dalam memetakan daerah prioritas. Dia khawatir jika pengawasan lemah, titik-titik pemasangan lampu justru meleset dari wilayah yang membutuhkan proteksi keamanan.
"Perencanaan dan pengawasan jangan sampai lengah. Jangan sampai anggaran fantastis ini justru digunakan untuk membangun PJU di tempat yang tidak masuk daerah prioritas," pungkas Latifah. (Mukrim)
Next News

2 Siswa Sekolah Rakyat Sampang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
18 hours ago

Ratusan Kayu Gelondongan di Perairan Sumenep Berlabel Kemenhut RI
20 hours ago

Kebakaran di Pamekasan, Uang Rp20 Juta Hasil Tembakau Ikut Hangus
20 hours ago

Ratusan Sumur Bor di Bangkalan Mengandung Minyak
20 hours ago

Warga Pesisir Sumenep Temukan Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pantai
20 hours ago

PGMI Gelar Perjusaha, Perkuat Tali Silaturahmi Siwa MI dan MTs Se-Pulau Mandangin
2 days ago

Berhasil Comeback, Madura United Kalahkan PSIM 2-1 di Gelora Rato Pamelingan Pamekasan
3 days ago

Terungkap dari CCTV, Pemuda Sumenep Diduga Lakukan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
3 days ago

DVI Polda Jatim terima 76 data ante mortem korban KM Virgo
3 days ago

GHE-IK Bintang, UMKM binaan HCML Curi Perhatian di Lokakarya Media 2026
3 days ago



