Tersedia 500 Varian Aroma, Rahasia Yaheer Parfume Tetap Eksis Sejak 2010
Ach. Mukrim - Tuesday, 27 January 2026 | 08:37 AM


salsabilafm.com - Di tengah ketatnya persaingan industri wewangian di Tanah Air, sebuah unit usaha lokal asal Sampang, Jawa Timur, berhasil membuktikan taringnya. Yaheer Parfume, jenama yang dikelola oleh Habib Abil Assegaf, tercatat sukses menjaga eksistensi bisnisnya selama 16 tahun. Terhitung sejak pertama kali dirintis pada 2010 silam.
Bukan sekadar bertahan, Yaheer Parfume yang berlokasi di Jalan Hasyim Asy'ari tersebut kini bertransformasi menjadi "perpustakaan aroma" di jantung Kota Sampang dengan koleksi yang mencapai 500 varian aroma.
Owner Yaheer Parfume, Habib Abil mengatakan, perjalanan Yaheer Parfume dimulai dari Pulau Dewata, Bali. Bisnis ini sempat bermigrasi ke Malang mengikuti dinamika pendidikannya, sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan penetrasi pasar secara permanen di Madura pada 2014.
"Setelah menyelesaikan studi, kami mulai mengembangkan usaha parfum di Sampang. Sejak setahun beroperasi, aktivitas usaha dipusatkan di Jalan Hasyim Asy'ari hingga saat ini," katanya, Selasa (27/1/2026).
Dia mengungkapkan, eksistensi panjang Yaheer Parfume setidaknya ditopang oleh tiga pilar utama. Yaitu, kelengkapan produk, fleksibilitas harga, dan kualitas konten. Dari sisi produk, Yaheer menawarkan varian yang sangat beragam, mulai dari aroma mainstream global hingga aroma spesifik. Nama-nama seperti Black Opium, Baccarat, Victoria Scandalous, hingga Nine PM Rebell menjadi deretan produk yang paling diminati konsumen saat ini.
Menurut Abil, strategi harga juga menjadi faktor penentu. Yaheer Parfume menyasar segmen pasar yang sangat luas dengan membanderol produk mulai dari harga ratusan rupiah hingga ratusan ribu rupiah untuk kemasan premium. Strategi ini membuat parfum dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat untuk penggunaan sehari-hari.
Memahami kebutuhan spesifik pasar lokal, Abil juga menerapkan kustomisasi pada kandungan produknya. Untuk kategori non-spray, ia memastikan parfum diproduksi tanpa alkohol. Sementara untuk kemasan spray, penggunaan campuran alkohol disesuaikan sepenuhnya dengan preferensi konsumen.
Memasuki tahun 2026, lanjutnya, Yaheer Parfume menjadi representasi nyata dari ketangguhan UMKM lokal yang mampu tumbuh secara bertahap melalui adaptasi yang konsisten dan pemahaman mendalam terhadap keinginan pasar.
"Ke depan, kami berharap kualitas produk dapat terus dijaga agar kepercayaan konsumen maupun mitra penjualan tetap terpelihara," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Tinjau Wisata Capak, Bupati Pamekasan: Para Tokoh Belum Sepakat, Harus Dialog Terbuka
a day ago

Curi Tiga Poin di Surabaya, Madura United Menjauh dari Degradasi
a day ago

Plastik Mahal dan Langka, Pengrajin Tempe di Sampang Gunakan Daun Pisang
a day ago

Suntik Rp228 Juta, Diskan Sampang Pacu Produksi Perikanan Air Tawar
a day ago

Polisi Kejar Penyebar Video 'Pamekasan Viral'
2 days ago

Perda Desa Wisata Disahkan, Sampang Bidik Tren 'Satisfaction Tourism'
2 days ago

KDKMP Sampang Siap Beroperasi Agustus, Diproyeksikan Jadi Mitra SPPG
2 days ago

Warga Pamekasan Diringkus Polisi di Sampang, Diduga Tipu Lansia Rp11 Juta
3 days ago

2 Kades di Bangkalan Diperiksa KPK, Diduga Terkait Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim
3 days ago

Kemenhaj Pamekasan Ingatkan Jamaah Haji Tidak Jualan Rokok di Tanah Suci
3 days ago




