Ribuan Santri Pulang Kampung, Tradisi Mudik 10 Hari Akhir Ramadan di Sumenep
Redaksi - Thursday, 12 March 2026 | 08:00 AM


salsabilafm.com – Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di berbagai sudut Kabupaten Sumenep mulai terasa lebih hangat dan hikmat. Ribuan santri asal Sumenep yang menimba ilmu di sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur maupun Jawa Tengah, perlahan kembali ke kampung halaman mereka.
Kepulangan para santri ini terjadi setelah kegiatan pendidikan serta pengajian kitab di pondok pesantren masing-masing memasuki masa libur Ramadan. Momen ini selalu dinanti, tidak hanya oleh para santri, tetapi juga oleh keluarga yang telah lama menunggu kepulangan mereka.
Salah satu rombongan santri yang telah tiba adalah para santri yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo. Proses pemulangan mereka dikoordinasikan oleh Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi'iyah (IKSAS), sehingga perjalanan hingga tiba di Sumenep dapat berlangsung tertib dan aman.
Untuk mempermudah proses penjemputan, IKSAS berkoordinasi langsung dengan pihak Terminal Arya Wiraraja Sumenep sebagai titik kedatangan para santri. Di tempat inilah para wali santri menunggu dengan penuh kerinduan untuk menjemput putra-putri mereka.
Pengelola Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Amal Hanafi, menjelaskan, pihaknya telah menerima pemberitahuan sebelumnya dari IKSAS terkait kedatangan para santri.
"Iya, sebelumnya ada surat dari IKSAS. Kemarin malam para santri sudah tiba di terminal dan langsung dijemput oleh wali santri masing-masing," ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Dia menambahkan, pihak terminal siap memfasilitasi kedatangan santri lainnya yang menjadikan terminal sebagai titik kumpul penjemputan.
"Tidak semua santri turun di terminal. Ada juga yang turun di tempat lain, sesuai kesepakatan antara santri dan wali santrinya," katanya.
Liburan pondok pesantren di Jawa timur termasuk di Madura memang tidak serentak. Sebab, masing-masing pesantren memiliki kalender pendidikan tersendiri yang menjadi ciri has pondok.
Sebagian pesantren telah meliburkan santri sejak awal Ramadan, sementara sebagian lainnya tetap menggelar kegiatan pendidikan dan pengajian hingga akhirnya para santri baru pulang pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Kepulangan para santri ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan juga membawa pulang ilmu, doa, dan harapan. Di tengah kehangatan Ramadan, mereka kembali berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, serta menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu selalu bermuara pada keberkahan bagi keluarga dan masyarakat. (*)
Next News

Pertamina Patra Niaga Berikan Santunan Lintas Agama Serentak di 3 Provinsi
15 hours ago

Banjir Rob Rendam Kepulauan di Sumenep
15 hours ago

Gendong 15 Boneka Unta dari Arab Saudi, Jemaah Haji Asal Sampang Curi Perhatian
15 hours ago

Jamaah Haji Pamekasan Meninggal di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
15 hours ago

Target 307 Ribu Ton, Produksi Garam di Sampang Baru Capai 100 Ton
15 hours ago

616 Jemaah Haji Tiba di Sampang, 2 Meninggal di Tanah Suci
15 hours ago

Pemerintah Tunggu DPR Rampungkan RUU Perampasan Aset, Supratman: Presiden Ingin Cepat Selesai
18 hours ago

Polisi Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa atas Dugaan Kasus Fitnah Ijazah Jokowi
18 hours ago

Catat Rutenya! Ini Skema Pengalihan Arus Jelang Kedatangan Jemaah Haji Sampang
9 hours ago

Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Robatal Sampang, 2 Pelaku Ditangkap
a day ago




