Buntut KBM Fiktif di SDN Batoporo Timur 1, Sekda Sampang Perintahkan Audit Dana BOS
Ach. Mukrim - Saturday, 24 January 2026 | 04:00 AM


salsabilafm.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, mengisyaratkan bakal menutup SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung. Langkah ini diambil usai viralnya kabar siswa di sekolah tersebut hanya masuk sekali dalam seminggu.
Yuliadi mengaku terkejut dan merasa kecolongan karena tidak ada laporan resmi mengenai macetnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di lembaga tersebut. Masalah ini justru mencuat ke permukaan melalui video unggahan masyarakat.
"Sempat mengagetkan kami semua. Saya pun tidak mengira bisa terjadi sampai seperti itu. Hal itu terjadi karena memang tidak ada laporan," katanya, Sabtu (24/1/2026).
Yuliadi mengungkapkan, dalam rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pihaknya telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh. Fokus utama pemeriksaan adalah dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Menurutnya, jika dana BOS tetap dicairkan oleh kepala sekolah di tengah kondisi sekolah yang vakum dari aktivitas siswa, maka hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi.
"Jika ada kesalahan yang melanggar hukum, maka harus diproses secara hukum sebagai efek jera," tegasnya.
Yuliadi secara gamblang menyatakan, arah kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang saat ini adalah menutup sekolah tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan survei mendalam untuk memahami alasan mengapa siswa enggan bersekolah di sana.
"Arah kebijakan kami adalah menutup sekolah tersebut. Tapi ini masih harus dicek dulu kepastiannya. Siswa itu tidak ada kenapa? Apakah memang murni orang tua yang tidak ingin menyekolahkan anaknya di sana atau ada hal lain," imbuhnya.
Menurut Yuliadi, kasus SDN Batoporo Timur 1 merupakan fenomena gunung es di dunia pendidikan Sampang. Dia khawatir ada sekolah lain yang memiliki kondisi serupa namun belum terdeteksi.
"Saya berpikir, jangan-jangan ada SDN Batoporo Timur 1 yang lain. Itu yang bahaya. Selama ini belum keluar, maka ini harus diselesaikan dengan cara yang tegas, sesuai aturan," pungkas Yuliadi. (Mukrim)
Next News

Bupati Sampang Kawal Usulan Strategis di Musrenbang Jatim 2027
13 hours ago

Gelar Pasar Murah, Pertamina Patra Niaga Bantu Kebutuhan Pangan Warga Bojonegoro
13 hours ago

Kemenhaj Bangkalan Pastikan Jamaah Calon Haji Aman Selama Ibadah
13 hours ago

Warga Pulau Mandangin Keluhkan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu, Pemerintah Lakukan Investigasi
19 hours ago

Pelajar SMK Tersengat Listrik di Depan Sekolah, PLN Sebut Sumber dari PJU Ilegal
19 hours ago

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi
19 hours ago

Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
19 hours ago

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
2 days ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
2 days ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
2 days ago




