Soal Lele Marinasi Jadi Menu MBG di Pamekasan, BGN: Buat Lauk Buka Puasa
Redaksi - Thursday, 12 March 2026 | 01:12 AM


salsabilafm.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan alasan lele mentah yang dimarinasikan menjadi salah satu menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, menu lele tersebut dimaksudkan untuk lauk buka puasa di rumah masing-masing siswa.
"Buat lauk di rumah pas buka puasa," kata Nanik kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Menurut Nanik, sebenarnya jika siswa masuk sekolah seperti biasanya, maka MBG tak boleh dirapel. Nanik sudah menegur SPPG terkait soal itu.
"Sebetulnya kalau setiap hari anak-anak masuk sekolah mau pemberian MBG tidak boleh dirapel, kita sudah tegur Kepala SPPGnya," kata dia.
Nanik pun menjelaskan alasan lele marinasi menjadi salah satu pilihan menu MBG di Pamekasan. Nanik menyebut lele tersebut bisa disajikan untuk buka puasa atau sahur.
"Kalau disuguhkan yang matang takutnya kan dingin kalau dibawa pulang. Kalau dimarinasi bisa digoreng saat buka atau sahur," ucapnya.
Sementara itu, ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Muttawakil, menjelaskan, penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan. Dia menyebut lele marinasi bisa bertahan selama satu hari.
"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelas Fikri dalam keterangan yang dibagikan.
Sementara itu, Nanik menjelaskan berdasarkan laporan lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yakni lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. Sementara, kata dia, video viral yang beredar hanya menampilkan sebagian menu MBG.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," ujar Nanik.
BGN menegaskan, setiap menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Karena itu, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi.
"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," pungkasnya.
Sebelumnya, video penolakan paket menu MBG oleh pihak sekolah di SMA Negeri 2 Pamekasan viral di media sosial. Dalam video tersebut, pihak sekolah menolak distribusi makanan karena dinilai tidak layak dibagikan kepada siswa. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
17 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
17 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
19 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
19 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
19 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
19 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
19 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




