Sampah Plastik di Sampang Capai 4 Ton per Hari, Didominasi Limbah Sulit Didaur Ulang
Ach. Mukrim - Tuesday, 28 April 2026 | 08:13 AM


salsabilafm.com - Permasalahan sampah plastik di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kian mengkhawatirkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Rakyat (DLH Perkim) setempat mencatat, sekitar 4 ton sampah plastik tidak dapat didaur ulang dihasilkan setiap hari.
Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang, Aulia Arif, mengatakan, sebagian besar sampah plastik yang dihasilkan merupakan jenis plastik bernilai rendah yang tidak memiliki nilai jual. Total sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sekitar 20 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen merupakan sampah plastik yang sulit diproses kembali.
"Setiap hari jumlah sampah masuk di TPA kami sekitar 20 ton per hari, 20 persen didominasi sampah plastik yang memang sulit untuk didaur ulang dan tidak punya nilai jual lagi," katanya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, jenis plastik yang paling banyak ditemukan adalah plastik bernilai rendah atau 'low-value plastic' seperti kantong kresek dan kemasan saset. Jenis ini umumnya ditolak oleh industri daur ulang dan tidak diminati pemulung.
"Selain menumpuk di TPA, sampah plastik juga mencemari perairan, sungai, hingga laut di wilayah Sampang," ucapnya.
Aulia menilai, meningkatnya volume sampah plastik tidak terlepas dari tingginya ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai. Sementara itu, keterbatasan fasilitas dan teknologi pengolahan membuat sebagian besar limbah tersebut tidak tertangani secara optimal dan berakhir menjadi residu yang menumpuk di lingkungan.
"Untuk itu diperlukan langkah intervensi yang lebih serius untuk menekan laju timbulan sampah plastik, termasuk peningkatan fasilitas pengolahan, inovasi teknologi daur ulang, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di tingkat masyarakat. Tanpa upaya tersebut, volume sampah diperkirakan akan terus meningkat dan memperburuk beban lingkungan di wilayah pesisir maupun darata," paparnya.
Aulia menambahkan, perlu penguatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Edukasi itu, lanjut dia, kunci untuk menekan volume sampah plastik bernilai rendah yang selama ini mendominasi timbunan di TPA.
"Kami harap upaya ini dapat mengurangi beban pengelolaan sampah yang semakin meningkat setiap harinya di Sampang," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pembalut Masih Dikenai PPN, DJP: Beban Pajak Efektif Setara 11 Persen
8 hours ago

Luar Biasa! Gita Nada Idaman AL-Munawarah Borong 6 Piala di WMC Season 5 Se-Jawa Timur
a day ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
a day ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
a day ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
a day ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
a day ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
a day ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
a day ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago





