Pertalite Dipangkas, Warga Sumenep Antre BBM hingga 5 Jam
Redaksi - Thursday, 18 June 2026 | 08:01 AM


salsabilafm.com — Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terjadi setiap hari dalam sepekan terakhir.
"Sudah lebih dari seminggu antre terus. Hampir setiap hari harus menunggu untuk bisa isi BBM," kata Munir, sopir mobil angkutan, Kamis (18/6/2026), dilansir dari Kompas.
Diduga, pengurangan pasokan Pertalite dan kosongnya stok di sejumlah SPBU lain menjadi penyebab utama antrean panjang tersebut. SPBU Pertamina 54.694.08 di Jalan Arya Wiraraja, Gedungan Timur, Lingkar Timur, Kecamatan Batuan, menunjukkan antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk mengular sejak pagi.
Sopir truk, Amin, mengaku harus rutin mengantre saat mengisi bahan bakar dalam beberapa hari terakhir.
"Sudah sering antre. Kalau datang agak siang biasanya tambah panjang," ungkap Amin.
Kepala SPBU Pertamina 54.694.08, Rofik, membenarkan antrean terjadi hampir setiap hari, terutama pada pagi hingga siang hari. Menurut dia, banyak kendaraan beralih mengisi bahan bakar di SPBU tersebut setelah SPBU lain kehabisan stok Solar maupun Pertalite.
"Biasanya antre mulai pagi sampai siang karena ada SPBU lain yang kosong. Kendaraan akhirnya mengisi di sini," jelas Rofik.
Rofik mengatakan, pasokan Pertalite yang diterima SPBU yang dipimpinnya mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya SPBU menerima alokasi sekitar 250 kiloliter (KL) per bulan, kini jumlahnya hanya 144 KL.
"Alokasi Pertalite memang dibatasi. Sekarang kami hanya menerima 144 KL per bulan. Sebelumnya sekitar 250 KL. Ini menjadi alokasi paling kecil dalam beberapa bulan terakhir," katanya.
Menurut dia, pembatasan pasokan tersebut tidak hanya terjadi di SPBU yang dikelolanya, tetapi juga di sejumlah SPBU lain di Kabupaten Sumenep.
Terbatasnya pasokan BBM membuat waktu tunggu pengisian semakin panjang. Rofik menyebut, antrean untuk Pertalite rata-rata berlangsung dua hingga tiga jam. Sementara antrean Solar dapat mencapai sekitar lima jam.
Meski demikian, SPBU tetap melayani pembelian sesuai ketentuan yang berlaku. Rofik berharap distribusi BBM kembali normal sehingga pasokan mencukupi dan antrean kendaraan dapat berkurang.
"Informasinya stok ada kemungkinan kembali normal," ujarnya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam kondisi aman meski antrean kendaraan terjadi setiap hari di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Pertamina terus memonitor kondisi stok produk BBM baik subsidi maupun non subsidi dalam posisi terjaga dan tersedia memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
18 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
18 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
20 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
20 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
20 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
20 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
20 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




