Susu MBG Berulat Ditemukan di SDN Buker 3 Jrengik, Satgas Akan Lakukan Pengecekan
Syabilur Rosyad - Wednesday, 17 June 2026 | 07:27 AM


salsabilafm.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan. Sebab, susu yang diterima siswa SDN Buker 3, Kecamatan Jrengik, ditemukan berulat saat didistribusikan pada Senin (15/6/2026).
Menu MBG tersebut didistribusikan oleh SPPG Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia (Kemas) atau Dapur Bejreh yang berada di Jalan Raya Jrengik, Desa Kotah, Kecamatan Jrengik.
Kepala SDN Buker 3, Fathorrohman, mengatakan, video temuan susu berulat di sekolahnya sempat viral di media sosial. Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh siswa kelas satu.
"Kurang lebih ada sekitar enam MBG dengan item yang ditemukan berulat," katanya, Selasa (16/6/2026).
Menu MBG yang didistribusikan saat itu terdiri dari nasi putih, telur sambal merah, buah leci, sayur, dan susu. Total penerima MBG di SDN Buker 3 sebanyak 108 orang yang terdiri dari siswa dan guru.
Fathorrohman menjelaskan, susu yang ditemukan berulat tidak sempat dikonsumsi. Setelah diketahui terdapat ulat, susu tersebut langsung dibuang.
"Tapi, pas ketahuan ada ulatnya, susu milik siswa kelas satu tidak diminum dan dibuang ke tanah," ungkap Fathorrohman.
Menurutnya, susu yang berulat diduga karena kemasannya bocor sehingga memicu munculnya belatung. Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak SPPG melalui pengemudi yang mengantarkan makanan.
"Tapi, enam buah susu yang ditemukan berulat tersebut tidak diganti," bebernya.
Kepala SPPG Yayasan Kemas Dapur Bejreh, Abdurrahman, membenarkan susu yang ditemukan berulat tersebut berasal dari dapurnya. Dia juga mengakui adanya belatung pada item susu dalam paket MBG yang didistribusikan ke SDN Buker 3.
"Iya, betul itu dari dapur kami," ujarnya.
Meski demikian, Abdurrahman menyatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut agar tidak terulang kembali. Menurutnya, kemungkinan permasalahan terjadi saat produk sudah lepas dari pengawasan pihak dapur setelah proses distribusi.
"Kami akan evaluasi, karena saat itu saya lepas dari pengawasan saya," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanta, menegaskan akan turun langsung untuk melakukan pengecekan terkait temuan susu berulat tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Selain melakukan pengecekan, Satgas MBG juga telah memberikan teguran kepada pihak penyedia makanan agar meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan dan minuman sebelum didistribusikan kepada para siswa.
"Kami akan melakukan pengecekan terhadap kejadian ini. Teguran juga sudah kami sampaikan kepada pihak penyedia agar lebih meningkatkan pengawasan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkas dia. (Syad)
Next News

DPRD Sampang Dukung Penyediaan Fasilitas Uji Tar dan Nikotin bagi Rokok Lokal
12 hours ago

Pertalite di SPBU Pliyang Sampang Kosong Akibat Sanksi, Pengendara Terpaksa Beli Pertamax
12 hours ago

Pemkab Sumenep Kaji Pemberian Subsidi Transportasi ke Wilayah Kepulauan
12 hours ago

Pemancing Asal Raas Sumenep Hilang, Perahu Ditemukan Mengapung
12 hours ago

Kapal Pengangkut BarangTenggelam di Perairan Kangean Sumenep
12 hours ago

PBNU Undang Prabowo Tutup Munas-Konbes NU di Bangkalan
12 hours ago

DWP Kabupaten Sumenep Gelar Donor Darah Peringati Hari Donor Darah Sedunia 2026
12 hours ago

Ruang Kelas SDN di Bangkalan Berlantai Tanah, Siswa: Biasanya Bangku Ada Debu
13 hours ago

616 Jamaah Haji Asal Sampang Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada 19 Juni 2026
15 hours ago

Dinkes KB Sampang Fokus 1.000 HPK, Cegah Stunting Sejak Dini
15 hours ago





