BPBD Sampang Selidiki Suara Gemuruh Air Misterius di Area Persawahan Warga
Ach. Mukrim - Monday, 03 August 2026 | 04:10 AM


salsabilafm.com - Fenomena suara misterius menyerupai gemuruh air dari dalam tanah di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menjadi perhatian Pemerintah Derah (Pemda).
Setelah ramai diperbincangkan warga dan viral di media sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang turun ke lokasi untuk melakukan survei dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan masyarakat mengenai suara aliran air yang diduga berasal dari dalam tanah.
Namun hingga kini, pihaknya belum dapat memastikan penyebab fenomena tersebut. Sebab, diperlukan kajian dari tim yang memiliki kompetensi di bidang geologi maupun fenomena alam.
"Secepatnya kami turun ke lokasi. Kami juga masih melakukan koordinasi untuk langkah tindak lanjutnya, karena BPBD tidak memiliki tim ahli untuk melakukan penelitian secara langsung," kata Fajar, Senin (3/8/2026).
Dia mengaku telah menjalin komunikasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dan keahlian dalam mengkaji fenomena alam untuk memastikan sumber suara serta mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul.
Meski belum ditemukan indikasi yang mengarah pada kondisi berbahaya, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
"Kami mengimbau masyarakat sekitar maupun warga yang datang ke lokasi agar tidak berspekulasi atau mencoba mencari sumber suara dengan cara yang berisiko. Kami menunggu hasil kajian dari pihak yang berkompeten," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Muhammad Hozin, menambahakn, pihaknya telah melakukan survei lapangan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.15 WIB untuk memastikan kondisi di lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Dari hasil pemantauan sementara, fenomena suara aliran air berasal dari lahan persawahan di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, yang saat itu sedang digarap oleh dua warga, yakni Sadiri (50) dan Agusyanto (30).
"Berdasarkan informasi masyarakat, suara gemuruh tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Kadang terdengar, kemudian hilang, lalu muncul kembali pada waktu tertentu," kata Hozin.
Dia menjelaskan, selain terdengar suara gemuruh dari dalam tanah, warga juga melaporkan munculnya gelembung-gelembung udara ketika area persawahan dalam kondisi tergenang air. Gelembung tersebut hanya muncul beberapa saat sebelum akhirnya menghilang.
Menurut Hozin, hingga saat ini BPBD belum dapat menyimpulkan penyebab fenomena tersebut karena masih diperlukan kajian teknis dari instansi yang memiliki kewenangan di bidang geologi dan fenomena alam.
"Dalam peninjauan lapangan kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR, DPRD Kabupaten Sampang, serta masyarakat setempat. Hasil survei awal ini akan menjadi bahan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Dia memastikan akan terus memantau perkembangan di lokasi dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan sembari menunggu hasil kajian dari pihak yang berkompeten. (Mukrim).
Next News

SPPG dan KDKMP di Sampang Belum Urus PBG, Dinas PUPR: Kami Sudah Surati Mereka
6 hours ago

PAD PBG Sampang Capai 83 Persen, Dinas PUPR Optimis Tembus Rp1 Miliar
6 hours ago

BMKG Imbau Nelayan dan Operator Kapal Waspadai Angin Kencang di Perairan Sumenep
6 hours ago

Korban Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak
6 hours ago

4 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan Meninggal Dunia, 218 Orang Selamat
7 hours ago

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Mulai Dievakuasi
a day ago

APTI Sampang Tolak Aturan Pembatasan Tar-Nikotin dan Kemasan Polos
a day ago

Defisit APBD Sampang 2027 Diproyeksi Tembus Rp130,2 Miliar
a day ago

Aston Villa Kalahkan Indonesia All Stars 3-1 pada Laga Pra Musim di Jakarta
a day ago

Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang
a day ago



