Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
Redaksi - Thursday, 17 September 2026 | 04:59 AM


salsabilafm.com – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah pusat tengah membahas rencana mengambil alih proses pengangkatan guru dari pemerintah daerah.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut diperlukan untuk membangun sistem rekrutmen guru yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas.
"Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat," ujar Prabowo dalam program "Presiden Prabowo Menjawab", sebagaimana dikutip dari rilis Bakom RI, Rabu (16/9/2026).
Prabowo menegaskan, sistem pendidikan nasional perlu diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Ia menyoroti tantangan ketika kewenangan pengangkatan guru diserahkan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, proses tersebut harus didasarkan pada kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas, bukan kedekatan pribadi maupun kepentingan politik.
"Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita," kata dia.
Selain membahas pengangkatan guru, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian kursus dan program peningkatan kemampuan bagi tenaga pendidik. Langkah tersebut dinilai penting agar guru mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan teknologi pendidikan.
Prabowo juga mengungkapkan rencana program percepatan atau crash program dengan merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu sekolah-sekolah yang paling tertinggal.
"Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru," ujarnya.
Alternatif lainnya, pemerintah akan melibatkan aparatur sipil negara yang telah bekerja untuk menjalani penugasan singkat di sekolah-sekolah tertentu. Penugasan tersebut dapat berlangsung selama dua hingga tiga minggu, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi daerah.
"Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu," kata Prabowo.(*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
6 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
6 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
6 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
6 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
6 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
7 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
7 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
7 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago

Hamil 6 Bulan, Istri ABK KM Virgo 8 Menangis Sambut Jenazah Suami
a day ago





