Rabu, 16 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat

Redaksi - Wednesday, 16 September 2026 | 05:32 AM

Background
Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
Disperta KP Kabupaten Sampang. (Badri/Salsa/)


salsabilafm.com – Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.


Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang, Nurdin mengatakan, sebanyak 26 ribu ton pupuk Urea, 17.687 ton pupuk NPK, dan 700 ton pupuk organik telah dialokasikan di sepanjang tahun 2026. Kata dia, semua pupuk tersebut menggunakan sak 50.




"Dari sepanjang bulan Agustus Hingga akhir Agustus 2026, penyerapan pupuk oleh petani mencapai sekitar 60,6 persen untuk Urea, sementara NPK 54 persen, dan untuk organik kurang lebihnya  11 persen," katanya, Rabu, (16/9/2026)


Menurut Nurdin, tingginya penyerapan pupuk di tahun 2026 juga disebabkan oleh tambahan alokasi kuota dari kementerian pertanian, ditambah saat ini menteri pertanian menerapkan sistem pertanian modern jenis PM-AAS untuk tanaman padi.


"Tapi masih uji coba, Sampang baru saja 8,5 hektar dalam menggunakan sistem itu," ujarnya.




Nurdin menjelaskan, penerimaan pupuk bersubsidi tersebut harus ditebus petani sesuai kebutuhan melalui kios yang telah ditentukan. Menurutnya, penebusan harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), Kartu Keluarga (KK), hingga uang.


"Jadi kami cuma mengusulkan alokasinya saja, karena masing-masing kelompok itu sudah punya datanya, namanya e- RDKK yaitu Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok, jadi ketemu jatah pupuknya selama satu tahun," jelasnya.




Dinas Pertanian mengimbau agar petani dapat  memanfaatkan alokasi pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan mengikuti mekanisme penebusan melalui kios yang telah ditentukan.


"Harapan kami dengan adanya bantuan pupuk bersubsidi, bisa efesien untuk pembiayaan, sebab kalau membeli pupuk non subsidi itu tiga kali lipat jadi kami harap bisa meringankan beban petani," pungkasnya. (Badri)