Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
Redaksi - Thursday, 17 September 2026 | 04:58 AM


salsabilafm.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan kebocoran kekayaan Indonesia akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam perdagangan ekspor.
Menurut Prabowo, nilai kebocoran tersebut mencapai 908 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp15.000 triliun selama periode 1991 hingga 2024.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memaparkan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan ekspor komoditas strategis dalam wawancara bersama media di Hambalang, Bogor, pada 6 September 2026.
Prabowo menjelaskan, under-invoicing terjadi ketika nilai atau volume barang yang sebenarnya diekspor tidak dilaporkan secara penuh dalam dokumen perdagangan.
"Saya juga katakan, selama ini, ya, 30 tahun lebih kekayaan kita, menurut saya, diselewengkan oleh praktik under-invoicing, ya. Dan transfer pricing. Intinya adalah laporan palsu. Jadi dia ekspornya 100 ton, dilaporkannya 50 ton," kata Prabowo.
Ia menilai praktik tersebut menjadi salah satu bentuk kebocoran yang harus segera ditutup pemerintah.
"Terus terang aja saya merasa ya bahwa kita telah banyak kehilangan momentum, kehilangan uang. Nah, ini yang saya sebetulnya ingin segera menutup kebocoran-kebocoran itu," ujarnya.
Prabowo mengatakan persoalan tersebut telah dibahas bersama sejumlah pihak sebelum pemerintah mengambil langkah pengendalian ekspor. Ia mengaku telah memaparkan data mengenai potensi kebocoran perdagangan ekspor kepada sejumlah penasihat ekonomi dan pihak terkait.
Menurutnya, jika praktik tersebut terus dibiarkan, negara berpotensi kembali kehilangan devisa dalam jumlah besar setiap tahunnya.
"Saya bilang, bagaimana apa yang harus kita lakukan ini? Apa ini mau kita biarkan kita teruskan? Kalau diteruskan, tahun depan hilang lagi US$30 miliar," kata Prabowo.
Dari pembahasan tersebut, muncul gagasan untuk memperketat pengawasan ekspor komoditas strategis melalui mekanisme satu pintu.
"A hirnya muncul gagasan ekspor satu pintu DSI, Danantara Sumber Daya Indonesia," ujar Prabowo.
Pemerintah kemudian menyampaikan rencana memusatkan ekspor sejumlah komoditas strategis melalui Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI, yang berada dalam ekosistem Danantara.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengawasan serta memastikan nilai ekspor yang dilaporkan sesuai dengan transaksi sebenarnya.(*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
6 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
6 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
6 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
6 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
6 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
7 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
7 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
7 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago

Hamil 6 Bulan, Istri ABK KM Virgo 8 Menangis Sambut Jenazah Suami
a day ago





