Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN, Dalami Kasus Korupsi Program MBG
Redaksi - Thursday, 18 June 2026 | 08:30 AM


salsabilafm.com – Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyegel gudang penyimpanan sepeda motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penyegelan dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah kendaraan yang telah diadakan sekaligus mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara.
"Pengecekan jumlah dan penyegelan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan," kata Syarief kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dia menjelaskan, kegiatan serupa akan dilakukan secara bertahap terhadap sejumlah gudang penyimpanan motor listrik lainnya yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, pihak swasta Asep Yusuf Soemantri, serta Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) Andri Mulyono.
Penyidik mengungkap salah satu modus yang diduga digunakan para tersangka adalah penggelembungan harga atau mark up dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan BGN.
Kejagung menemukan dugaan penyimpangan pada pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik dengan nilai mencapai Rp1,035 triliun. Dana pengadaan tersebut diketahui telah dibayarkan kepada PT YAT yang diduga tidak memenuhi persyaratan sebagai vendor karena tidak memiliki jaringan dealer maupun bengkel aktif.
Selain pengadaan motor listrik, penyidik juga tengah mengusut pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi yang diduga tidak sesuai ketentuan dan mengandung unsur penggelembungan harga.
Kejagung menegaskan, proses penyidikan masih terus berjalan. Penyidik saat ini mendalami aliran dana serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar tersebut.
Kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG menjadi salah satu perhatian utama aparat penegak hukum mengingat program tersebut merupakan program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. (*)
Next News

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Mulai Dievakuasi
18 hours ago

APTI Sampang Tolak Aturan Pembatasan Tar-Nikotin dan Kemasan Polos
18 hours ago

Defisit APBD Sampang 2027 Diproyeksi Tembus Rp130,2 Miliar
18 hours ago

Aston Villa Kalahkan Indonesia All Stars 3-1 pada Laga Pra Musim di Jakarta
18 hours ago

Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang
18 hours ago

HCML Dukung Penguatan Kemitraan Strategis Industri Migas dengan Insan Pers
12 hours ago

ASN Sumenep Dilarang Live di Medsos saat Jam Kerja
2 days ago

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Ini Daftar Terbarunya
2 days ago

Melonjak, Luas Lahan Tembakau di Sampang Tembus 90 Ribu Hektare
2 days ago

Bupati Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
2 days ago




