Melonjak, Luas Lahan Tembakau di Sampang Tembus 90 Ribu Hektare
Ach. Mukrim - Saturday, 01 August 2026 | 06:50 AM


salsabilafm.com - Luas tanam tembakau di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diproyeksikan mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh angka 90 ribu hektare pada musim tanam tahun ini. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mencatat, komoditas bernama latin Nicotiana tabacum tersebut kini telah tersebar di hampir seluruh kecamatan.
Estimasi perluasan lahan secara masif ini diprediksi menyamai capaian optimal pada tahun 2024 lalu. Angka tersebut melonjak drastis dibanding realisasi tahun lalu yang terpuruk di bawah 50 ribu hektare.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Pertanian Disperta KP Sampang, Nurdin, mengungkapkan, gairah petani untuk kembali turun ke ladang dipicu oleh prediksi cuaca ekstrem berupa kemarau panjang. Karakteristik cuaca kering seperti ini dinilai sangat mendukung produktivitas kualitas tembakau Madura.
"Tahun ini sepertinya lebih banyak dibanding tahun lalu. Hal ini tidak lepas dari prediksi cuaca yang disinyalir akan mengalami kemarau panjan," ungkapnya, Sabtu (1/8/2026).
Nurdin mengimbau seluruh petani tembakau untuk benar-benar memahami Break Even Point (BEP) atau titik impas sebelum melakukan transaksi penjualan ke pihak gudang maupun perusahaan.
Langkah ini ditekankan sebagai proteksi dini agar posisi tawar petani kuat dan mereka terhindar dari potensi kerugian finansial akibat permainan harga pasar.
"BEP ini berfungsi sebagai alat kontrol dan batas minimal harga jual. Kami menetapkan BEP tembakau di Kabupaten Sampang sebagai acuan dasar harga layak bagi komoditas petani. Namun, harga akhir di lapangan tentu juga akan dipengaruhi oleh mekanisme pasar dan kualitas serapan dari perusahaan pembeli," jelasnya.
Terkait pemetaan lahan yang dinamis, Nurdin menegaskan komitmen institusinya untuk terus mengawal pergerakan angka riil di lapangan melalui validasi data dan pembinaan berkala.
"Kami berjanji pendataan luasan lahan tembakau ini akan terus dilakukan secara up-to-date di tiap wilayah. Selain itu, pendampingan teknik budidaya di lapangan juga dipastikan berjalan intensif agar hasil panen dari target 90 ribu hektare ini benar-benar memenuhi standar industri," tegasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sampang, Haryono, membenarkan terjadinya ekspansi lahan secara masif di tingkat akar rumput. Menurutnya, rata-rata petani memperluas area tanam mereka hingga 30 sampai 40 persen dibanding musim sebelumnya akibat tergiur potensi cuaca yang mendukung.
Haryono mencontohkan langkah agresif yang dia lakukan di ladang miliknya sendiri. Guna memanfaatkan anomali cuaca ini, dia melipatgandakan jumlah bibit yang ditanam.
"Semula saya hanya menanam 30 ribu bibit, kini saya tambah kapasitasnya sampai 60 ribu bibit," kata Haryono.
Kendati demikian, dia memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah. Haryono mendesak dinas terkait untuk segera merealisasikan penyaluran bantuan logistik, mengingat mayoritas petani lokal sudah mulai memasuki fase awal masa tanam. Dia menekankan, ketepatan waktu distribusi pupuk sangat krusial agar fase vegetatif tanaman tidak terganggu.
"Tinggal bantuan yang belum disalurkan, harapannya bisa segera turun. Terutama pasokan pupuk NPK ini sangat mendesak dan diperlukan oleh petani saat ini," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
9 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
10 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
10 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
10 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
10 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
10 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
10 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
10 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
10 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





