Minggu, 2 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang

Redaksi - Sunday, 02 August 2026 | 06:36 AM

Background
Kapal Rute Surabaya-Makassar Terbakar di Perairan Sumenep, Angkut 250 Penumpang
Caption: Tangkapan layar video diduga situasi kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep ( Istimewa/)


salsabiladm.com - KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).


Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menjelaskan berdasarkan informasi dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang saat insiden terjadi.




"PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menelepon petugas siaga Kantor SAR Surabaya untuk menginformasikan bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB (awak kapal) sekitar 250 orang," kata Nanang, Minggu (2/8/26) dilansir dari Kumparan.


"Pihak perusahaan kapal mendapat informasi dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," sambungnya.


Berdasarkan perkembangan situasi di lapangan, pada pukul 09.45 WIB kapal Meratus Project 3 melaporkan posisi KM Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi. Saat itu kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar habis, sementara para penumpang berkumpul di anjungan dan haluan kapal.




Karena membawa muatan yang mudah terbakar, kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat. Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26 yang mendekati kapal.


Pada pukul 10.20 WIB, dilaporkan sejumlah penumpang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan kapal British Mentor. Saat itu terdapat empat kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu proses penyelamatan.




Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih terus berlangsung. Belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran maupun adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. (*)