Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang Dimulai, PC Ketapang II Ltd Siap Tambah Pasokan Energi Nasional
Moh Isrok - Thursday, 18 June 2026 | 09:27 AM


salsabilafm.com: Perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited, secara resmi memulai tahapan fabrikasi fasilitas produksi untuk Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.
Melalui serangkaian seremoni First Steel Cutting yang digelar di Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Rabu (17/6/2026), proyek strategis pengembangan Lapangan Bukit Panjang tersebut kini masuk fase pengembangan kontruksi atau fabrikasi fasilitas produksi setelah sebelumnya memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision) pada April 2026 dari Kementerian ESDM.
Hadir dalam seremoni tersebut Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widyantoro, beserta jajarannya, manajemen PT. Meindo Elang Indah selaku pelaksana kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC), serta
para pemangku kepentingan sektor hulu migas.
Proyek Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur tersebut ditargetkan bisa produksi atau onstream pada 2028. Harapannya bisa menggenjot peningkatan volume produksi Energi Nasional secara signifikan, khususnya untuk menopang kebutuhan energi di Wilayah Kerja Jawa Timur.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan, dimulainya fabrikasi fasilitas produksi merupakan bukti nyata komitmen para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sumber daya migas nasional.
"SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional," kata Djoko.
Menurutnya, keputusan investasi final dan dimulainya tahap konstruksi menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang masih tinggi terhadap potensi migas Indonesia.
"Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD," tambahnya.
Selain itu, Djoko Siswanto meyakini Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang memiliki puncak produksi gas sebesar 50 MMSCFD. Pengembangannya akan terintegrasi dengan infrastruktur eksisting di Lapangan Bukit Tua yang telah beroperasi sejak 2015, sehingga diharapkan lebih efisien dari sisi biaya maupun waktu pengerjaan.
Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, mengatakan, pengembangan Lapangan Bukit Panjang merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan nilai aset yang dimiliki melalui pengembangan yang efisien dan berkelanjutan.
Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari langkah ekspansi atau pengembangan Searah Limited, perusahaan patungan yang baru berdiri pada 1 Juni 2026 dengan kepemilikan masing-masing 50 persen oleh PETRONAS dan Eni.
Searah Limited kini mengelola kombinasi 19 aset gas di Malaysia dan Indonesia, dengan mayoritas berada di Jawa Timur. Portofolio ini diharapkan menjadi pengungkit baru bagi penguatan ketahanan energi regional di tengah meningkatnya kebutuhan gas domestik.
Dengan dimulainya first steel cutting, proyek Bukit Panjang kini resmi memasuki babak baru. Jika berjalan sesuai jadwal, tambahan gas, kondensat, dan LPG dari lapangan ini bakal menjadi suntikan penting bagi target produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan.
"Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah
diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini," ujar Yuzaini Md Yusof. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
12 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
13 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
13 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
13 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
13 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
13 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
13 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
13 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
13 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





