Kamis, 18 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali

Redaksi - Thursday, 18 June 2026 | 07:54 AM

Background
AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
Presiden AS Donald Trump ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menandatangani kesepakatan damai yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.


Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tersebut dilakukan secara daring pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.


Meski demikian, media Axios melaporkan bahwa kedua negara dijadwalkan kembali melakukan penandatanganan secara langsung dalam pertemuan G7 di Swiss pada Jumat (19/6/2026). Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan dilakukannya penandatanganan dalam dua tahap.




Berdasarkan dokumen yang beredar di sejumlah media internasional, terdapat 14 poin utama dalam MoU tersebut yang menjadi dasar penghentian ketegangan antara kedua negara.


Salah satu poin penting adalah kesepakatan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer antara AS dan Iran beserta sekutu masing-masing. Kedua pihak juga berjanji tidak akan memulai perang atau tindakan militer baru serta menghormati kedaulatan dan integritas wilayah satu sama lain.




Selain itu, kedua negara sepakat untuk melakukan perundingan lanjutan guna mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari.


Dalam bidang maritim, AS berkomitmen mengakhiri blokade laut terhadap Iran secara bertahap dan menarik pasukan dari wilayah Iran dalam waktu 30 hari setelah tercapainya kesepakatan akhir.


Sebagai timbal balik, Iran akan membuka jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari. Iran juga akan berkoordinasi dengan Oman dan negara-negara pesisir Teluk Persia terkait tata kelola pelayaran di kawasan tersebut sesuai hukum internasional.




Di sektor ekonomi, AS dan mitra regionalnya berjanji menyiapkan dana sedikitnya 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.400 triliun untuk mendukung rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran. Mekanisme pelaksanaannya akan dirumuskan dalam kesepakatan final.


Kesepakatan itu juga mencakup komitmen AS untuk mengakhiri berbagai sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi unilateral maupun yang terkait dengan resolusi internasional, sesuai jadwal yang akan disepakati bersama.




Sementara itu, Iran kembali menegaskan tidak akan mengembangkan maupun memiliki senjata nuklir. Kedua negara juga sepakat membahas pengelolaan bahan nuklir yang telah diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).


Selama proses negosiasi berlangsung, kedua pihak akan mempertahankan status quo. Iran tidak akan memperluas program nuklirnya, sedangkan AS tidak akan memberlakukan sanksi baru maupun menambah pengerahan pasukan di kawasan.


AS juga berjanji memberikan kelonggaran terhadap ekspor minyak Iran serta membuka akses terhadap dana dan aset Iran yang selama ini dibekukan.



Untuk memastikan seluruh kesepakatan berjalan sesuai komitmen, kedua negara akan membentuk mekanisme pengawasan bersama yang bertugas memantau pelaksanaan MoU dan kesepakatan final di masa mendatang.


Apabila seluruh proses negosiasi berhasil diselesaikan, kesepakatan akhir nantinya akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bersifat mengikat.(*)