Pemotongan Sapi Betina Produktif Marak di Pamekasan, Populasi Terancam
Redaksi - Friday, 15 May 2026 | 07:15 AM


salsabilafm.com — Pemotongan sapi Madura betina produktif disebut masih marak terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pemilik peternakan dan penggemukan sapi Madura Rahayu Farm, Mohammad Tamyiz, mengaku masih banyak menemukan kasus pemotongan sapi betina produktif di sejumlah rumah potong hewan (RPH).
"Sampai sekarang masih banyak saya temukan sapi betina produktif dipotong, mungkin sudah puluhan," ujar Tamyiz, Jumat (15/5/2026), dilansir dari kompas.
Tamyiz mengatakan, dirinya mengetahui praktik tersebut setelah sering menjual sapi timbang hidup untuk dipotong.
Menurut dia, penyembelihan sapi betina produktif terjadi di beberapa RPH maupun tempat pemotongan lainnya di Pamekasan. Dia menilai maraknya praktik tersebut dipicu lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
"Dulu sempat ketat, sekarang tidak lagi," katanya.
Pria yang juga menjabat Kepala Desa Samatan, Kecamatan Proppo, itu mengaku resah. Sebab, praktik tersebut dapat mengancam populasi sapi Madura.
"Kami resah jika ini terus berlanjut. Kami berharap pemerintah lebih tegas dan ketat," ujarnya.
Tamyiz memperkirakan potensi pemotongan sapi betina produktif akan meningkat menjelang Idul Adha.
Dikatakannya, kebutuhan sapi untuk kurban maupun konsumsi lainnya akan meningkat dalam waktu dekat.
"Tidak hanya untuk hewan kurban, untuk kebutuhan lain juga akan banyak. Sampai saat ini tidak ada imbauan dari pemerintah daerah," katanya.
Tamyiz menegaskan, larangan penyembelihan sapi betina produktif telah diatur dalam Pasal 18 ayat 4 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Dalam aturan tersebut juga disebutkan pelanggar dapat dikenai sanksi pidana maksimal tiga tahun penjara. Namun, menurut dia, pelanggaran masih terus terjadi akibat adanya pembiaran.
"Kami berharap ini segera dihentikan demi keberlangsungan populasi sapi lokal Madura," ujarnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Almarah Sugandi, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait maraknya pemotongan sapi betina produktif. (*)
Next News

Kecelakaan Beruntun di Sampang, Truk Box dan Minibus Masuk Sawah
21 hours ago

BIAS di Sampang Diperpanjang hingga September, Cakupan Imunisasi Masih Rendah
21 hours ago

Air PDAM Sampang Asin dan Berbau Sejak 2023, Hampir 1.000 Pelanggan Terdampak
2 days ago

Komisi III DPRD Sampang Minta Pokir PJU Rp15 Miliar Dikaji Ulang, Ini Alasannya
2 days ago

Antisipasi Pungli, Dispendukcapil Sampang Imbau Warga Urus KTP Hilang Tanpa Calo
2 days ago

Sanggar Tari di Sampang Belum Dapat Dana Hibah, Pemkab: Terkendala Fiskal
2 days ago

Berawal dari Kreativitas Pemuda, TFC Siap Gelar Pagelaran ke-6 untuk Lestarikan Budaya Nusantara
2 days ago

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
2 days ago

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
2 days ago

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
3 days ago



