24 Dapur MBG di Sampang Dilaporkan ke BGN, Satgas: Mayoritas Belum Miliki NIB
Ach. Mukrim - Wednesday, 08 July 2026 | 03:52 AM


salsabilafm.com - Sebanyak 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG). Sebab, puluhan dapur itu belum memenuhi sejumlah persyaratan operasional.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, mengatakan, rendahnya kepatuhan pengelola dapur terhadap ketentuan menjadi salah satu temuan utama dalam monitoring dan evaluasi (monev). Selain persoalan pengelolaan lingkungan, mayoritas SPPG juga belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Dari ratusan dapur yang sudah beroperasi, hanya satu SPPG yang memiliki NIB. Yang lainnya masih dalam proses pengurusan melalui OSS," katanya, Rabu (8/7/2026).
Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil monev, terdapat 24 dapur yang dilaporkan ke BGN karena tidak memenuhi sejumlah indikator yang dipersyaratkan. Temuan tersebut meliputi belum tersedianya instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), ruang kepala SPPG, pendingin ruangan (AC), NIB, serta persyaratan administrasi dan teknis lainnya.
"Itu sesuai indikator yang diminta," kata Sudarmanto.
Dia menjelaskan, meski laporan telah disampaikan, hingga kini belum ada tindak lanjut dari BGN. Informasi terakhir yang diterima Satgas MBG menyebutkan bahwa BGN masih menyusun petunjuk teknis (juknis) dan tata kelola baru sebagai acuan pelaksanaan program.
"Kami masih menunggu jawaban dari BGN pusat," ungkapnya.
Sementara itu, Staf Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pertama DPMPTSP Sampang, Ahmad Wahid Efendi, mengaku belum dapat memastikan dapur mana yang telah mengantongi NIB. Menurutnya, data dalam sistem Online Single Submission (OSS) tercatat berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan nama yayasan atau mitra usaha, bukan berdasarkan nama SPPG.
"Kalau nama SPPG dicantumkan mungkin bisa kami telusuri. Sejauh ini juga belum ada KBLI khusus MBG, yang tersedia hanya KBLI jasa makan dan minum," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
20 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
20 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
20 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago




