Sabtu, 4 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Disdik Tutup SDN 1 Batuporo Timur, Kepsek dan Bendahara Hanya Diminta Kembalikan Dana BOS

Syabilur Rosyad - Saturday, 04 July 2026 | 07:10 AM

Background
Disdik Tutup SDN 1 Batuporo Timur, Kepsek dan Bendahara Hanya Diminta Kembalikan Dana BOS
Sekolah SDN Batuporo Timur 1 beberapa waktu lalu (Dok. salsabilafm/)

salsabilafm.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang resmi menutup SDN 1 Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung. Hal ini usai ditemukan ketidaksesuaian antara data peserta didik di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kondisi riil di lapangan. Meski demikian, kepala sekolah dan bendahara hanya diwajibkan mengembalikan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima selama tiga tahun terakhir dan tidak diproses ke ranah pidana.


Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Yusuf mengatakan, persoalan tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian sejak 2023. Sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah, pemerintah akhirnya memutuskan menghentikan operasional sekolah tersebut.


"Sekolah itu sudah kami tutup. Tidak hanya itu, seluruh guru juga sudah dipindahkan ke sekolah lain. Kepala sekolah dan bendahara diwajibkan mengembalikan dana BOS selama tiga tahun terakhir sesuai rekomendasi Inspektorat Daerah," katanya, Jum'at (6/7/2026).




Menurut Yusuf, keputusan untuk tidak membawa perkara tersebut ke ranah pidana diambil karena pihak sekolah menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan dana yang telah diterima.


"Karena yang bersangkutan memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana ke kas negara, maka penyelesaiannya tidak dilanjutkan ke ranah pidana," jelasnya.




Yusuf menjelaskan, berdasarkan data Dapodik, SDN 1 Batuporo Timur tercatat memiliki 33 siswa dan tujuh tenaga pendidik. Namun, saat dilakukan verifikasi lapangan, kondisi tersebut tidak sesuai dengan data administrasi.


"Ketika dilakukan pengecekan, ternyata hanya ada tiga siswa yang benar-benar masih terdaftar. Ketiga siswa itu kemudian kami pindahkan ke sekolah terdekat agar tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar," tutupnya. (Syad)