Kamis, 2 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

20 Tahun Tanpa Kabar di Yordania, PMI Asal Sampang Akhirnya Kembali ke Keluarga

Syabilur Rosyad - Wednesday, 01 July 2026 | 07:11 AM

Background
20 Tahun Tanpa Kabar di Yordania, PMI Asal Sampang Akhirnya Kembali ke Keluarga
Petugas saat menjemput Susan di Bandara Juanda, Rabu (1/7/2026) (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm com – Susan, 35 tahun, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Crecet, Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, berhasil kembali ke kampung halamannya. Susan bekerja hampir 20 tahun di Yordania, namun keluarga tidak mengetahui kabarnya.


Selama hampir dua dekade, komunikasi dengan Susan terputus. Keluarganya tak pernah lagi mengetahui keberadaannya, dan sempat meyakini bahwa Susan telah meninggal dunia.


Namun, penantian panjang keluarga akhirnya berujung manis. Susan kembali ke tanah kelahirannya di Sampang. Kepulangannya difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania.




Setibanya di Indonesia, dia dijemput oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang di Bandara Juanda, Surabaya, pada 16 Juni 2026.


Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Sampang melalui stafnya, M. Lutfi, mengatakan, pihaknya menerima informasi dari KBRI terkait pemulangan seorang PMI asal Sampang.




"Kami mendapat informasi ada pemulangan dari Yordania atas nama Susan, warga Sampang. Setelah ditelusuri, kami berhasil menemukan keluarganya di Kecamatan Sokobanah, lalu kami melakukan penjemputan di Bandara Surabaya," kata Lutfi, Rabu (1/7/2026).


Lutfi menjelaskan, Susan berangkat ke Yordania pada akhir 2006 untuk bekerja sebagai pekerja migran. Satu tahun pertama, komunikasi dengan keluarga masih berjalan normal. Namun setelah itu, seluruh kontak terputus tanpa diketahui penyebabnya.


"Susan berangkat saat usianya sekitar 15 tahun. Selama hampir 20 tahun keluarganya tidak mengetahui kabarnya. Mereka mengira Susan telah meninggal dunia karena tidak pernah ada komunikasi lagi," jelas Lutfi. 




Kepulangan Susan disambut dengan penuh haru oleh keluarga besarnya di Dusun Crecet. Setelah penantian yang begitu panjang dan penuh ketidakpastian, mereka akhirnya kembali berkumpul dengan anggota keluarga yang selama ini hanya bisa dikenang dalam doa. (Syad)