Pria Inisial E Diduga di Balik Kematian ASN Bangkalan, Risang: Usianya di Atas 50 Tahun
Redaksi - Tuesday, 30 June 2026 | 07:39 AM


salsabilafm.com - Titik terang teka-teki kematian Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), yang jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas di Bandara Juanda, kini mulai mengerucut. Kuasa hukum keluarga korban resmi membocorkan profil hingga inisial nama pria misterius yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membeberkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang pria paruh baya yang terdeteksi terekam kamera pengawas (CCTV) bandara saat mengemudikan mobil dinas korban. Berdasarkan data awal, pria tersebut diperkirakan telah berusia di atas 50 tahun.
"Yang bersangkutan usianya diperkirakan di atas 50 tahun. Informasi yang kami peroleh, berasal dari luar Pulau Jawa, diduga dari wilayah Sulawesi. Namun untuk daerah asal secara rinci belum bisa kami sampaikan karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan ujar Risang, Selasa (30/6/2026).
Risang mengungkapkan, pria paruh baya tersebut saat ini diketahui menetap di salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pihak keluarga pun telah mengantongi satu huruf utama yang menjadi identitas pria misterius tersebut.
"Untuk sementara yang bisa kami sampaikan hanya inisialnya, yaitu berawalan huruf E. ldentitas lengkap belum dapat kami buka demi kepentingan penyidikan," tegas Risang.
Meski nama lengkapnya masih dirahasiakan agar tidak mengganggu pergerakan tim buser di lapangan, Risang menyebut visual wajah serta karakteristik fisik pria berinisial E ini sebenarnya sudah mulai tersebar di lingkaran internal tertentu. Pihak keluarga menaruh optimisme tinggi bahwa pelarian pria tersebut akan segera berakhir di tangan polisi.
"Kami yakin cepat atau lambat akan dikenali oleh keluarga, tetangga, teman maupun lingkungan tempat tinggalnya sehingga diharapkan dapat segera diamankan dan dimintai keterangan oleh penyidik," tuturnya.
Di sisi lain, tabir hilangnya nyawa sang Sekdin juga diperkuat oleh adanya perubahan perilaku korban yang dinilai sangat janggal oleh pihak keluarga sebelum dia ditemukan tewas. Sepanjang hidupnya, Ruly dikenal tidak pernah memiliki kebiasaan atau rekam jejak bepergian jauh, apalagi menginap seorang diri dalam durasi waktu yang lama.
Setiap kali ada urusan di luar kota, korban hampir selalu didampingi oleh anggota keluarganya. Oleh sebab itu, skenario keberadaan korban sendirian di wilayah Malang hingga jasadnya berakhir di Juanda memicu kecurigaan besar bahwa korban telah dijebak secara halus.
"Kepergian korban kali ini merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa. Korban tidak pernah pergi dan menginap jauh sendirian. Karena itu keluarga menduga korban dipancing atau diperdaya oleh seseorang hingga akhirnya bertemu dengan orang itu," papar Risang.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu rilis resmi dari penyidik kepolisian terkait hasil autopsi final medis serta status hukum dari pria berinisial E yang tengah diburu tersebut. (*)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
21 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
21 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
21 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago





