Selasa, 30 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

SKK Migas Usulkan Daerah Pesisir Penghasil Migas Dapat Dukungan Fiskal Lebih Besar

Redaksi - Tuesday, 30 June 2026 | 05:45 AM

Background
SKK Migas Usulkan Daerah Pesisir Penghasil Migas Dapat Dukungan Fiskal Lebih Besar
Penyerahan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat guna memperkuat dukungan fiskal bagi daerah pesisir (SKK Migas untuk salsabilafm.com/)

salsabilafm.com – SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Offshore Jabanusa menyerahkan beberapa rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat. Ini sebagai upaya bagian dari memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah yang menjadi penyangga operasi hulu migas lepas pantai.


Rekomendasi tersebut telah disepakati dalam Rapat Kerja Stakeholder Daerah bertema "Tata Kelola Energi dan Keseimbangan Fiskal Kabupaten/Kota Pesisir" yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur. Kamis (18/6/2026) lalu. 


Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan, dalam sambutannya menyampaikan, industri hulu migas berkomitmen penuh untuk memberikan efek berganda atau multiplier effect yang optimal bagi daerah, khususnya wilayah yang memiliki keterkaitan geografis dan operasional dengan kegiatan lepas pantai.




Dia juga menjelaskan, poin penting yang menjadi pembahasan dalam forum itu adalah pentingnya membangun hubungan yang harmonis keberlanjutan operasional hulu migas lepas pantai (offshore) dengan dukungan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang diberikan oleh kabupaten di wilayah pesisir. 


Selain itu, kata Anggono, para peserta menggarisbawahi perlunya penguatan formulasi distribusi nilai ekonomi agar semakin mencerminkan kontribusi serta daya dukung yang telah diberikan oleh kabupaten/kota pesisir, demi menjaga stabilitas wilayah dan kelancaran operasi migas.




"Kontribusi hulu migas tidak hanya diwujudkan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM), tetapi juga melalui penciptaan nilai ekonomi yang mendukung pembangunan daerah. Sinergi dan komunikasi yang konstruktif antara regulator, KKKS, dan pemerintah daerah adalah kunci utama agar manfaat kegiatan hulu migas dapat dirasakan secara adil, proporsional, dan berkelanjutan," jelasnya.


Dalam Rapat Kerja Stakeholder Daerah KKKS Offshore Jabanusa secara resmi menyepakati sejumlah Rekomendasi Kebijakan Strategis yang ditujukan kepada pemerintah pusat, dengan ringkasan sebagai berikut:


Pertama, forum merekomendasikan kepada Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) untuk melakukan percepatan kajian dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap kabupaten/kota pesisir yang secara geografis berdekatan dengan koordinat sumur produksi di wilayah Jawa Timur. 




Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar agar daerah pesisir tersebut memperoleh tambahan alokasi DBH Migas. Namun, apabila formulasi regulasi DBH Migas saat ini tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, forum mengusulkan adanya optimalisasi instrumen Transfer ke Daerah (TKD) lainnya, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) atau instrumen fiskal alternatif, guna mengakselerasi pembangunan daerah pesisir yang menanggung risiko dampak operasional hulu migas lepas pantai.


Kedua, forum mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk mengambil peran strategis sebagai jembatan penyediaan data terintegrasi. Kementerian ESDM diharapkan tidak hanya menyajikan informasi koordinat sumur dan volume lifting, tetapi juga memfasilitasi pemetaan komprehensif terkait wilayah pesisir yang terdampak secara sosial-ekonomi. Informasi ini dinilai sangat krusial sebagai instrumen pengelolaan risiko atau risk management baik bagi investor maupun calon investor. 




Selain itu, Kementerian ESDM juga didorong untuk menginisiasi penerbitan indeks eksternalitas negatif terhadap kabupaten/kota yang berdekatan dengan sumur produksi, sehingga Kementerian Keuangan dapat melakukan alokasi DBH Migas secara lebih akurat dan inklusif bagi daerah penyangga.


Melalui rekomendasi yang dihasilkan, SKK Migas dan KKKS Offshore berharap sinergi dan komunikasi yang harmonis antara Pemerintah Pusat dan Daerah dapat senantiasa terjaga, sehingga tercipta keselarasan antara kebijakan tata kelola energi dan fiskal demi pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.


Dalam acara tersebut, hadir Bupati Pamekasan, Wakil Bupati Sumenep, Wakil Bupati Bangkalan, Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sampang, serta perwakilan KKKS (Kangean Energy Indonesia, Petronas Carigali Ketapang II Ltd., Searah Ketapang Ltd., Husky -CNOOC Madura Ltd., Medco Energi Madura Offshore Pty.Ltd., Medco Energi Sampang Pty.Ltd., SAKA Indonesia Pangkah Ltd., Pertamina EP Field Poleng, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore, Posco International ENP Indonesia dan Prima Energi Bawean). (*)