Pendaftaran Duta Genre Sampang 2026 Resmi Dibuka, Ajak Remaja Jadi Agen Perubahan
Ach. Mukrim - Saturday, 27 June 2026 | 03:46 AM


salsabilafm.com - Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Sampang Tahun 2025, Moh. Ali Farhan dari Politeknik Negeri Madura (Poltera) dan Farah Tuhfah Alfiyah dari SMAN 1 Sampang, mengajak para remaja untuk menjadi generasi yang memiliki perencanaan masa depan sekaligus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesehatan remaja.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam talkshow di Radio Salsabila FM 94,1 Sampang dengan tema "Young Voices, Stronger Future". Dalam kesempatan itu, keduanya juga mengumumkan bahwa pendaftaran Apresiasi Duta Genre Kabupaten Sampang Tahun 2026 telah resmi dibuka.
Moh. Ali Farhan menjelaskan, Duta Genre merupakan figur teladan sekaligus agen perubahan bagi remaja yang dibentuk oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuan utamanya adalah mencetak generasi muda yang memiliki perencanaan masa depan yang matang serta mampu menjadi edukator bagi teman sebayanya.
"Duta Genre adalah generasi berencana, yaitu remaja putra dan putri yang memiliki rencana masa depan yang tersusun dengan baik. Nantinya mereka tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga berkesempatan mewakili Jawa Timur hingga tingkat nasional," ujarnya.
Farhan menuturkan, salah satu tugas utama Duta Genre ialah memberikan edukasi kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, anemia, serta pernikahan usia dini melalui pendekatan educator sebaya.
"Remaja biasanya lebih mudah menerima informasi ketika yang menyampaikan adalah teman seusianya. Karena itu kami hadir sebagai educator sebaya untuk memberikan edukasi dengan bahasa yang mudah dipahami," katanya.
Menurutnya, selama menjalankan tugas sebagai Duta Genre Kabupaten Sampang, Forum Genre telah melaksanakan sosialisasi di delapan sekolah. Dari kegiatan tersebut masih banyak ditemukan remaja yang belum memahami bahaya stunting, usia ideal untuk menikah, maupun dampak pernikahan dini.
"Saat turun ke sekolah-sekolah, ternyata masih banyak yang belum mengetahui apa itu stunting, kapan usia yang tepat untuk menikah, hingga risiko pernikahan dini. Karena itu kami merasa edukasi seperti ini sangat penting," jelas Farhan.
Farhan juga mengaku tertarik menjadi Duta Genre karena latar belakang pendidikannya sebagai promotor kesehatan, sehingga sejalan dengan misi Forum Genre dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Selain menjalankan edukasi, Farhan mengungkapkan menjadi Duta Genre memberikan banyak pengalaman, mulai dari memperluas relasi dengan berbagai instansi, sekolah, hingga pemerintah daerah. Meski harus membagi waktu antara kuliah dan organisasi, hal itu dapat dijalani dengan manajemen waktu yang baik.
"Kuncinya adalah menentukan prioritas. Saat ada waktu luang saya lebih memilih menyelesaikan tugas kuliah maupun tugas organisasi daripada menghabiskan waktu bermain media sosial," ujarnya.
Sementara itu, Farah Tuhfah Alfiyah mengatakan, perbedaan Duta Genre dengan ajang duta lainnya terletak pada fokus kegiatannya yang lebih menitikberatkan pada edukasi kesehatan remaja.
"Kalau duta yang lain mungkin fokus pada pariwisata atau budaya, sedangkan Duta Genre fokus pada kesehatan, seperti pencegahan pernikahan dini, stunting, anemia, dan perencanaan kehidupan remaja," katanya.
Farah menjelaskan, Forum Genre telah melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah, termasuk sekolah-sekolah di wilayah pedesaan. Dalam kegiatan tersebut para siswa diberikan materi mengenai stunting dan isu kesehatan remaja lainnya agar memiliki pemahaman yang lebih baik.
Menurutnya, menjadi Duta Genre tidak mengganggu kegiatan belajar karena seluruh agenda telah dijadwalkan dengan baik sehingga peserta dapat menyesuaikan dengan aktivitas sekolah maupun kuliah.
"Kami saling mengatur jadwal. Kalau ada yang berhalangan, kegiatan bisa disesuaikan sehingga pendidikan tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Farah mengungkapkan , dirinya semula belum memahami program Genre maupun BKKBN. Namun setelah terpilih, seluruh finalis mendapatkan pembekalan secara menyeluruh mulai dari materi kesehatan hingga etika sebagai seorang duta.
"Jadi teman-teman tidak perlu khawatir kalau belum memahami Genre. Semua akan diajarkan dari nol selama proses pembinaan dan karantina," katanya.
Modal Utama Public Speaking
Farah menambahkan, kemampuan public speaking menjadi salah satu modal terpenting bagi seorang Duta Genre karena bertugas menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara langsung.
Selain itu, calon peserta juga disarankan memiliki inovasi atau program kerja yang dapat memberikan manfaat bagi remaja. Farah sendiri pernah mengusulkan program edukasi kesehatan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai bagian dari inovasi yang dibawanya saat mengikuti seleksi.
Baik Farhan maupun Farah sepakat bahwa menjadi Duta Genre memberikan banyak manfaat, mulai dari memperluas jaringan pertemanan, meningkatkan kemampuan komunikasi, memperoleh pengalaman organisasi, hingga membangun kepedulian terhadap kesehatan remaja.
Mereka pun mengajak seluruh remaja Kabupaten Sampang untuk mengikuti Apresiasi Duta Genre Kabupaten Sampang Tahun 2026.
Pendaftaran dibuka pada 24 Juni hingga 6 Juli 2026. Peserta merupakan putra-putri berdomisili di Kabupaten Sampang, berusia 15–20 tahun, belum menikah, bersedia mengabdi selama satu tahun, tidak sedang menjabat sebagai duta lain, serta memiliki inovasi atau program kerja terkait penurunan prevalensi stunting dan risiko anemia pada remaja.
Tahapan seleksi meliputi Technical Meeting pada 8 Juli, tes tulis 9 Juli, wawancara dan speech 12 Juli, pengumuman 10 besar pada 15 Juli, serta karantina dan grand final yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026.
"Kami mengajak seluruh remaja Kabupaten Sampang untuk berani mencoba. Tidak harus sudah menguasai materi Genre, karena semuanya akan dibimbing. Yang terpenting memiliki kemauan belajar, kemampuan berkomunikasi, serta semangat menjadi agen perubahan bagi remaja lainnya," tutup Farhan dan Farah. (Mukrim)
Next News

Penyaluran Bantuan Pokdakan di Sampang Molor, Terkendala Administrasi dan E-Katalog
9 hours ago

Menarik Perhatian, Pemuda di Sumenep Kenalkan Keris lewat Cerita Digital
a day ago

Siswa di Sumenep Wajib Belajar Bahasa Madura 2 Jam Setiap Pekan
a day ago

Mobil Sedan Terbakar di Jalur Sumenep - Pamekasan
a day ago

42 Kapolres dan PJU Polda Jatim Dimutasi, Berikut Daftarnya
a day ago

Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi BBM Subsidi di Jawa Timur, Antrean Ditargetkan Segera Terurai
a day ago

MBG Dinilai Belum Dongkrak Ekonomi Lokal, Petani dan Peternak di Sampang Jadi Penonton
a day ago

1.500 Pelanggan Retribusi Sampah di Sampang Masih Bayar Manual
a day ago

Hidupkan Makna Muharram, DWP Bapenda Sumenep Santuni 6 Anak Yatim
2 days ago

Santuni Anak Yatim, Presidium KAHMI Sampang Tekankan Kepedulian Sosial
2 days ago




