MBG Dinilai Belum Dongkrak Ekonomi Lokal, Petani dan Peternak di Sampang Jadi Penonton
Ach. Mukrim - Friday, 26 June 2026 | 06:31 AM


salsabilafm.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut masih belum banyak menyerap hasil pertanian dan peternakan lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Suyono, mengatakan, program MBG seharusnya tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi peluang bagi petani dan peternak untuk memperluas pasar.
"MBG ini selain untuk meningkatkan asupan gizi anak didik, juga harus berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," katanya, Jum'at (26/6/2026).
Menurut Suyono, Kabupaten Sampang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan MBG, mulai dari komoditas hortikultura hingga produk peternakan. Namun, hingga saat ini sebagian penyedia MBG masih menggandeng pemasok dari luar daerah.
"Kalau semuanya dari luar, daerah hanya menjadi penonton. Padahal, perputaran ekonomi seharusnya juga bisa dirasakan masyarakat lokal," ucapnya.
Karena itu, Disperta KP Sampang mendorong adanya kerja sama yang lebih jelas antara penyelenggara MBG dan pemerintah daerah. Melalui skema nota kesepahaman (MoU), kebutuhan bahan pangan dapat dipetakan sehingga petani dan peternak memiliki kepastian pasar.
"Kalau kebutuhannya sudah diketahui sejak awal, kelompok tani bisa menyesuaikan pola tanam. Begitu juga peternak dapat mempersiapkan produksinya sesuai kebutuhan," jelasnya.
Burhan, peternak puyuh asal Kecamatan Sreseh, mengaku program MBG belum memberikan dampak terhadap penjualan telur puyuh miliknya. Menurutnya, masih terdapat sejumlah persyaratan teknis yang belum dapat dipenuhi oleh pelaku usaha kecil.
Dia berharap, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam rantai pasok MBG sehingga manfaat program pemerintah tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Hingga kini, pelaku pertanian dan peternakan di Kabupaten Sampang masih menunggu pola kerja sama yang lebih terstruktur agar produk lokal dapat terserap dalam program MBG dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah, " pungkas Burhan. (Mukrim)
Next News

Menarik Perhatian, Pemuda di Sumenep Kenalkan Keris lewat Cerita Digital
8 hours ago

Siswa di Sumenep Wajib Belajar Bahasa Madura 2 Jam Setiap Pekan
8 hours ago

Mobil Sedan Terbakar di Jalur Sumenep - Pamekasan
8 hours ago

42 Kapolres dan PJU Polda Jatim Dimutasi, Berikut Daftarnya
10 hours ago

Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi BBM Subsidi di Jawa Timur, Antrean Ditargetkan Segera Terurai
10 hours ago

1.500 Pelanggan Retribusi Sampah di Sampang Masih Bayar Manual
10 hours ago

Hidupkan Makna Muharram, DWP Bapenda Sumenep Santuni 6 Anak Yatim
a day ago

Santuni Anak Yatim, Presidium KAHMI Sampang Tekankan Kepedulian Sosial
a day ago

Gelar Aksi Damai, Ratusan Pemuda dan Warga Sampang Minta DPRD Dukung MBG
a day ago

Terungkap, Jasad Perempuan di Parkiran Bandara Juanda Ternyata ASN Pemkab Bangkalan
a day ago





