Kamis, 13 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Siswi di Pamekasan Meninggal Akibat Steven Johnson Syndrome, Dinkes: Hanya Satu Kasus

Redaksi - Thursday, 13 August 2026 | 05:50 AM

Background
Siswi di Pamekasan Meninggal Akibat Steven Johnson Syndrome, Dinkes: Hanya Satu Kasus
Suasana ruang tunggu di RSUD Smart Pamekasan, Jawa Timur, (Istimewa/)

Salsabilafm.com - AS, siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA), di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur meninggal akibat penyakit yang tergolong langka, Steven Johnson Syndrome (SJS). Pasien dinyatakan meninggal pada Senin (10/8/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.


Sebelumnya, korban dicurigai campak, namun setelah dilakukan diagnosis diketahui terpapar SJS atau Sindrom Stevens-Johnson. "Diagnosanya SJS, bukan campak," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pamekasan, Avira Sulistyowati, Rabu (12/08/2026).


Sesuai data laporan yang diterima, korban menjalani rawat inap di Puskesmas Pademawu selama 3 hari sejak 6 Agustus 2026. Keluhannya panas, keluar bintik merah bersisik di muka, leher, dada disertai muntah dan batuk.




"Pada tanggal 7 Agustus, kondisi korban menurun dan keluar bintil-bintil besar berisi air di bagian muka dan leher. Setelah didiagnosa, diketahui akibat penyakit SJS.

Tanggal 10 pasien meninggal di RSUD Smart," terangnya. 


Avira menyampaikan, penyakit SJS tergolong langka. Bahkan, hanya ada satu kasus sejak awal tahun hingga bulan Agustus 2026.




"Cuma satu ini. Dan sudah kami cek bukan campak," imbuhnya. 


Dia menambahkan, tim medis sudah berusaha maksimal menyelamatkan korban. Menurutnya, penyakit yang diderita korban jarang sekali ditemukan di Kabupaten Pamekasan selama ini. 




"Yang jelas bukan campak. Sudah saya konfirmasi lagi minggu ini tidak ada kematian campak, hanya SJS," ucapnya.


Avira menegaskan, apabila ada kasus PD3I (campak, tetanus, pertusis, polio, AFP), petugas surveilans epidemiologi RSUD Smart akan lapor ke Dinkes. "Sehingga Dinkes melanjutkan laporan ke Provinsi Jatim," tutupnya. (*)