Jumat, 26 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Menarik Perhatian, Pemuda di Sumenep Kenalkan Keris lewat Cerita Digital

Redaksi - Friday, 26 June 2026 | 08:26 AM

Background
Menarik Perhatian, Pemuda di Sumenep Kenalkan Keris lewat Cerita Digital
Suasana stand pameran SOMA, karya digital keris mahasiswa ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Dengan wajah tenang, Fajri Maulana menjelaskan salah satu buku cerita yang dipamerkan berjudul "Sayembara Keris Sakti". Sesekali, Fajri membuka halaman demi halaman buku digital di tabletnya, lalu menunjukkan ilustrasinya kepada pengunjung yang mampir ke stan pameran.


"Kebetulan ini buku cerita karya saya sebagai ilustrator," kata Fajri saat ditemui di pameran buku cerita tentang keris dalam rangkaian Pagelaran Haul Akbar dan Jamasan Keris 2026 di Desa Aeng Tongtong, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).


Pameran tersebut, kata Fajri, menjadi bagian dari SOMA: The Spectrum of Madurese Arts, ruang kreatif yang dihadirkan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (HMP DKV) Universitas Wiraraja.




Berlokasi di pintu masuk area jamasan keris, stan itu menarik perhatian pengunjung yang ingin mengenal keris melalui cara yang berbeda. Alih-alih memamerkan benda pusaka, para mahasiswa menghadirkan 10 buku cerita digital bertema keris. Setiap karya ditampilkan dalam bentuk poster yang dilengkapi kode QR.


"Jadi pengunjung cukup memindai kode QR itu, menggunakan ponsel, dan sudah bisa membaca buku secara daring," terang Fajri. 




Fajri mengatakan, seluruh cerita mengangkat tema keris dengan pendekatan yang lebih ringan, imajinatif, dan dekat dengan generasi muda


"Kami ingin menunjukkan bahwa keris juga bisa dikenalkan lewat cerita yang menyenangkan, muda lah," ujarnya. 


Dia menjelaskan, semua cerita yang dipamerkan merupakan karya asli para mahasiswa.




Meski mengangkat keris sebagai tema utama, alur cerita tidak diadaptasi dari kisah nyata dan legenda yang berkembang di masyarakat. 


"Ceritanya murni imajinasi. Kami tidak mengangkat cerita sejarah tertentu, tetapi membuat dunia dan tokoh sendiri yang tetap terinspirasi dari nilai-nilai budaya keris," tutur dia. 




Menurut dia, pendekatan tersebut dipilih agar keris tidak lagi dipandang sebagai benda kuno yang hanya akrab dengan kalangan tertentu. Melalui ilustrasi dan cerita yang lebih kekinian, warisan budaya itu diharapkan terasa lebih dekat dengan kehidupan generasi muda


Imam mengapresiasi pendekatan kreatif yang dilakukan para mahasiswa dalam mengenalkan keris kepada generasi muda


Pelestarian budaya, kata dia, tidak harus selalu dilakukan dengan cara konvensional, tetapi juga dapat memanfaatkan media yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda




"Ini luar biasa. Pendekatan seperti ini membuat keris lebih mudah dikenal dan diminati generasi muda," ujar Imam. 


Dia menambahkan, keris merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan filosofi tinggi sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungannya




"Jamasan pusaka keris adalah peninggalan leluhur yang harus kita jaga bersama," pungkas Imam. (*)