Senin, 10 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Tim Kemendikdasmen Tinjau SDN Konang 4 Bangkalan, Perbaikan Dimulai September

Redaksi - Monday, 10 August 2026 | 09:12 AM

Background
Tim Kemendikdasmen Tinjau SDN Konang 4 Bangkalan, Perbaikan Dimulai September
Peninjauan SDN Konang 4

salsabilafm.com  - Tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meninjau SDN Konang 4 Bangkalan, Jawa Timur, yang ambruk sejak Kamis (30/7/2026). Tim ini melakukan peninjauan untuk mengecek kondisi sekolah sebelum direvitalisasi.


Guru di SDN Konang 4, Abdul Aziz mengatakan, peninjauan itu dilakukan oleh pendamping dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan konsultan yang diutus oleh tim dari Kemendikdasmen. 


"Semuanya dicek, bangunan yang di lokal A dan di lokal B yang bawah," jelasnya, Senin (10/8/2026).




Aziz juga mengatakan, pengecekan juga dilakukan pada kontur tanah, pengukuran lahan hingga mematangkan rencana pembangunan gedung baru di sekolah tersebut. Tim sekaligus menghitung dana yang dibutuhkan untuk perbaikan sekolah.


"Jadi semuanya dipersiapkan sebelum pembangunan itu dimulai," tuturnya.




Aziz berharap, dengan adanya peninjauan itu, pembangunan gedung baru bisa segera dilakukan. Sehingga, seluruh anak didiknya bisa kembali belajar di ruang kelas yang lebih memadai.


"InsyaAllah akan dikerjakan tahun ini," ucapnya. 


Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto mengatakan, sekolah tersebut sudah dipastikan mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahap ll ini.




"Iya sudah positif dapat bantuan tersebut. Kemarin sudah diverifikasi dan validasi langsung ke lapangan," ucapnya. 


Dalam waktu dekat akan dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebelum pembangunan mulai dikerjakan. "InsyaAllah bulan ini PKS dan pelaksanaan pembangunannya bulan September. Rencananya revitalisasi akan dilakukan di 6 ruang kelas," pungkasnya.




Sebelumnya, ruang kelas 6 SDN Konang 4 ambruk saat jam sekolah masih berlangsung. Namun, sebelum ambruk siswa telah dipulangkan lebih awal karena para guru melihat tanda-tanda sekolah akan ambruk karena bangunan telah lapuk. 


Tak hanya satu ruangan, seluruh ruangan di sekolah itu sudah tak layak pakai. Beruntung, kondisi itu segera diketahui dinas pendidikan setempat dan dilaporkan ke Kemendikdasmen dan mendapatkan atensi. (*)