3 Desa di Sampang Diproyeksikan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Ach. Mukrim - Tuesday, 30 June 2026 | 02:31 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang mendapat alokasi pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2026. Program ini bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq, mengatakan, tiga desa yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan KNMP meliputi Desa Jetrah di Kecamatan Banyuates, Desa Bira Tengah di Kecamatan Sokobanah, serta Desa Dharma Camplong di Kecamatan Camplong.
Menurutnya, ketiga lokasi tersebut telah melalui proses survei oleh tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini, tahapan pelaksanaan mulai berjalan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat nelayan yang akan menjadi penerima manfaat program.
Pembangunan KNMP merupakan bagian dari program nasional yang menargetkan 1.386 kampung nelayan di berbagai daerah pada tahun 2026.
"Untuk Kabupaten Sampang, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,3 miliar untuk mendukung pembangunan di tiga lokasi tersebut," katanya, Selasa (30/6/2026).
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya membangun fasilitas pendukung aktivitas perikanan, tetapi juga mendorong terbentuknya kawasan pesisir yang lebih produktif, tertata, dan memiliki daya saing.
"Adapun untuk pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat," ucapnya.
Fajar mengungkapkan, selain menjadi pusat pengembangan sektor kelautan dan perikanan, KNMP juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nelayan, memperluas peluang usaha, serta menggerakkan roda ekonomi di wilayah pesisir.
"Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan sistem ekonomi masyarakat nelayan yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Diduga Dapat Ancaman, Ibu dan Anak di Pamekasan Minta Perlindungan Polisi
7 hours ago

Ribuan Alumni dan Santri Pondok Pesantren di Pamekasan Gusur Bangunan Indomaret
7 hours ago

69 Jenazah Korban KM Virgo Berhasil Diidentifikasi, 13 Masih Proses Pemeriksaan DNA
7 hours ago

Prabowo Minta Jumlah Polisi Kehutanan Ditambah Jadi 70 Ribu
7 hours ago

UU Satu Data Indonesia Atur Ancaman Pidana Penyalahgunaan Data
in 2 hours

MK Nyatakan Pemohon Tak Punya Kedudukan Hukum, Gibran Tak Bisa Didiskualifikasi
in 2 hours

Lahan Bambu di Pamekasan Terbakar, Diduga Dipicu Aktivitas Bakar Sampah
a day ago

Emil Dardak Soroti Sistem Pelayanan Kesehatan di Pamekasan
a day ago

Gas LPG 50 Kg Meledak, Puluhan Ruko di Pakuwon City Surabaya Rusak
a day ago

20 Ribu Warga Pulau Mandangin Belum Punya SPBU, Pemkab Sampang Cari Investor
a day ago





