Kecam Aksi Dukung MBG, PMII Sampang: Anak Bukan Alat Kepentingan
Syabilur Rosyad - Saturday, 27 June 2026 | 07:38 AM


salsabilafm.com - Pengurus Cabang (PC) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sampang mengecam dugaan pelibatan anak dalam aksi damai mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Kamis (25/6/2026) lalu.
Juhairiyah, Ketua Korps PMII Putri (Kopri), PC PMII Sampang menegaskan, aksi damai merupakan hak setiap warga negara. Namun, anak-anak tidak boleh dijadikan alat untuk membangun opini dan menarik simpati publik.
"Kami sangat menyayangkan dan prihatin apabila anak dilibatkan dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka. Tempat terbaik bagi anak harus selalu diutamakan, bukan berada di tengah kerumunan massa demi kepentingan personal atau kelompok," katanya, Sabtu (27/6/2026).
PMII menilai anak harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi. Termasuk kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, maupun kesejahteraannya.
"Kami mengecam keras kelompok mana pun yang memperalat anak hanya untuk kepentingan tertentu. Anak bukan alat untuk kepentingan siapa pun," tegasnya.
Menurut dia, menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, kepentingan terbaik bagi anak harus tetap menjadi prioritas.
"Apapun tujuan sebuah demonstrasi, hak anak untuk mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta tumbuh kembang yang optimal tidak boleh dikorbankan. Melibatkan anak dalam situasi yang berpotensi membahayakan atau menjadikan mereka simbol untuk memperkuat pesan aksi patut menjadi perhatian serius," lanjut dia.
Karena itu, PMII Sampang mengajak seluruh elemen masyarakat agar memastikan setiap anak terlindungi dari segala bentuk eksploitasi dan ditempatkan pada lingkungan yang aman sesuai dengan hak-haknya.
Sebelumnya, ratusan massa menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang pada Kamis (25/6/2026). Mereka meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan. Dalam aksi tersebut tampak sejumlah anak berada di lokasi, sehingga memunculkan sorotan terkait aspek perlindungan anak. (Syad)
Next News

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
in 4 hours

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
in 4 hours

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
21 hours ago

Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak
21 hours ago

Kemarau Ekstrem Jadi Berkah, Harga Tembakau Sampang Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
21 hours ago

Pemkab Sampang Minta KDKMP Dibangun di Lokasi Strategis dan Punya Akses Ekonomi
2 days ago

12 Kecamatan di Sampang Kering Kritis, Anggaran Rp75 Juta Hanya Cukup 1-2 Tangki Air per Desa
2 days ago

Kecelakaan Beruntun di Bangkalan, Pemotor Meninggal di Lokasi
2 days ago

Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang
3 days ago

BMKG Catat 4.256 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
3 days ago

