Sabtu, 27 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

7 Siswa di Bangkalan Tak Lolos SPMB, Disdik: Nanti Ada Kesempatan Kedua

Redaksi - Saturday, 27 June 2026 | 07:26 AM

Background
7 Siswa di Bangkalan Tak Lolos SPMB, Disdik: Nanti Ada Kesempatan Kedua
Kantor Disdik Bangkalan ( Istimewa/)

salsabilafm.com -  Sejumlah wali murid di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendatangi kantor Dinas Pendidikan setempat. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan nasib para siswa yang belum mendapatkan sekolah meski pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) telah ditutup. 


Perwakilan wali murid, Abdurrahman Tohir, mengatakan, hingga saat ini terdapat tujuh siswa yang belum mendapatkan sekolah. Rata-rata para siswa mendaftar di sekolah favorit, yakni di SMPN 1 dan SMPN 2 Bangkalan.


"Ada tujuh anak yang sampai saat ini belum lolos SPMB, jadi mereka ini khawatir tidak bisa sekolah gara-gara sistem yang digunakan dalam SPMB," ujar Tohir, Jumat (26/6/2026). 




Dia mengatakan, penggunaan sistem dalam SPBM seharusnya disosialisasikan secara menyeluruh. Sehingga, seluruh siswa dan wali siswa tidak kesulitan untuk memasukkan data. 


"Semua data diinput melalui sistem. Ada yang kurang paham menginput data saat mendaftar, file terlalu besar dan lainnya," ungkapnya.




Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdik Bangkalan, Muhaimin, mengatakan, pendaftar di SMPN 1 dan 2 cukup membludak.


Nantinya, bagi para siswa yang belum terjaring dalam SPMB, akan dimasukkan pada sekolah lain melalui pemenuhan pagu.


"Nanti ada kesempatan kedua untuk pemenuhan pagu. Sistemnya akan online. Jadi bisa memilih sekolah lain yang pagunya masih tersedia," katanya.




Dia juga memastikan, tidak ada siswa yang tidak sekolah hanya karena terkendala sistem di SPMB


Menurut dia, sistem di SPMB saat ini sudah banyak dilakukan perbaikan dibanding tahun lalu. Tak hanya itu, nantinya pemenuhan pagu juga akan terus dilakukan hingga cut off dapodik pada bulan Agustus. 




"Kami sudah sosialisasi ke semua operator di sekolah agar bisa daftar SPMB online. Jadi itu tidak terpusat di disdik tapi bisa di satuan pendidikan masing-masing," pungkas Muhaimin. (*)