Antrean Panjang di SPBU Sampang Didominasi Kendaraan Solar dan Pengguna Pertalite
Ach. Mukrim - Wednesday, 01 July 2026 | 07:08 AM


salsabilafm.com - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Salah satunya di SPBU 54.692.02 di Jalan Jaksa Agung Suprapto, di mana antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU sejak pagi hari.
Antrean didominasi kendaraan roda empat (R4) pengguna BBM bersubsidi jenis solar seperti truk, pikap, dan kendaraan niaga. Antrean juga terlihat pada sepeda motor (R2) yang mengisi Pertalite, sehingga memperpanjang kepadatan di area SPBU.
Kondisi tersebut membuat waktu tunggu pengendara menjadi lebih lama. Bahkan mencapai beberapa jam, terutama pada jam-jam sibuk pengisian BBM.
Seorang sopir truk, Matjehri, mengaku harus menghabiskan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk mendapatkan solar. Menurut dia, kondisi antrean sudah menjadi hal yang biasa terjadi di beberapa SPBU lain di wilayah tersebut.
"Sudah antre sekitar tiga jam. Mau bagaimana lagi, memang harus menunggu kalau mau dapat solar. Karena di SPBU lain juga antre," katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sampang, Abdi Barri, mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga.
"Kami telah berkoordinasi menyusul adanya antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya untuk BBM jenis solar dan Pertalite ke pihak terkait," katanya, Rabu (1/6/2026).
Barri menyebut, pasokan BBM di wilayah Madura, termasuk Sampang, masih dalam kondisi normal.
Menurutnya, antrean terjadi akibat adanya pergeseran konsumsi, di mana sebagian pengguna beralih dari Pertamax ke Pertalite, serta dari Pertamina Dex ke solar.
Selain itu, meningkatnya jumlah kendaraan berbahan bakar solar di Madura juga turut mendorong kenaikan permintaan.
"Peralihan konsumsi dan meningkatnya aktivitas kendaraan besar di Madura ikut memengaruhi konsumsi BBM subsidi," jelasnya.
"Pemkab Sampang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal dan pasokan tersedia sesuai kebutuhan," pungkas Barri. (Mukrim)
Next News

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
in 4 hours

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
in 4 hours

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
21 hours ago

Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak
21 hours ago

Kemarau Ekstrem Jadi Berkah, Harga Tembakau Sampang Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
21 hours ago

Pemkab Sampang Minta KDKMP Dibangun di Lokasi Strategis dan Punya Akses Ekonomi
2 days ago

12 Kecamatan di Sampang Kering Kritis, Anggaran Rp75 Juta Hanya Cukup 1-2 Tangki Air per Desa
2 days ago

Kecelakaan Beruntun di Bangkalan, Pemotor Meninggal di Lokasi
2 days ago

Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang
3 days ago

BMKG Catat 4.256 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
3 days ago

