Kamis, 2 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Antrean Panjang di SPBU Sampang Didominasi Kendaraan Solar dan Pengguna Pertalite

Ach. Mukrim - Wednesday, 01 July 2026 | 07:08 AM

Background
Antrean Panjang di SPBU Sampang Didominasi Kendaraan Solar dan Pengguna Pertalite
Antrean panjang kendaraan mengisi BBM (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Salah satunya di SPBU 54.692.02 di Jalan Jaksa Agung Suprapto, di mana antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU sejak pagi hari.


Antrean didominasi kendaraan roda empat (R4) pengguna BBM bersubsidi jenis solar seperti truk, pikap, dan kendaraan niaga. Antrean juga terlihat pada sepeda motor (R2) yang mengisi Pertalite, sehingga memperpanjang kepadatan di area SPBU.




Kondisi tersebut membuat waktu tunggu pengendara menjadi lebih lama. Bahkan mencapai beberapa jam, terutama pada jam-jam sibuk pengisian BBM.


Seorang sopir truk, Matjehri, mengaku harus menghabiskan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk mendapatkan solar. Menurut dia, kondisi antrean sudah menjadi hal yang biasa terjadi di beberapa SPBU lain di wilayah tersebut.


"Sudah antre sekitar tiga jam. Mau bagaimana lagi, memang harus menunggu kalau mau dapat solar. Karena di SPBU lain juga antre," katanya.




Menanggapi kondisi tersebut, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sampang, Abdi Barri, mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga.


"Kami telah berkoordinasi menyusul adanya antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya untuk BBM jenis solar dan Pertalite ke pihak terkait," katanya, Rabu (1/6/2026). 




Barri menyebut, pasokan BBM di wilayah Madura, termasuk Sampang, masih dalam kondisi normal.

Menurutnya, antrean terjadi akibat adanya pergeseran konsumsi, di mana sebagian pengguna beralih dari Pertamax ke Pertalite, serta dari Pertamina Dex ke solar.


Selain itu, meningkatnya jumlah kendaraan berbahan bakar solar di Madura juga turut mendorong kenaikan permintaan.




"Peralihan konsumsi dan meningkatnya aktivitas kendaraan besar di Madura ikut memengaruhi konsumsi BBM subsidi," jelasnya.


"Pemkab Sampang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal dan pasokan tersedia sesuai kebutuhan," pungkas Barri. (Mukrim)