Pemkab Sampang Alokasikan Rp188 Juta untuk Pemeliharaan 9 Pasar Tradisional
Ach. Mukrim - Wednesday, 08 July 2026 | 03:51 AM


salsabilafm.com - Pemkab Sampang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) mengalokasikan anggaran sebesar Rp188 juta untuk pemeliharaan sembilan pasar tradisional pada tahun 2026. Anggaran tersebut dibagi ke dalam sembilan paket kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasar.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang, Subairi, mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskopindag Syamsul Bahri, mengatakan, banyak pasar tradisional yang mengalami kerusakan. Bahkan, sebagian di antaranya membutuhkan rehabilitasi, bukan sekadar pemeliharaan.
"Kami telah mengajukan anggaran yang lebih besar, tetapi yang disetujui hanya sebesar itu," katanya, Rabu (8/7/2026).
Dia mengungkapkan, dari total 28 pasar yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sampang, hanya sembilan pasar yang mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan tahun ini. Beberapa di antaranya adalah Pasar Tamberu, Pasar Banyuates, dan Pasar Camplong.
"Pemeliharaan yang dilakukan meliputi perbaikan atap, bangunan, pagar, los pasar, serta fasilitas lainnya," ungkapnya.
Dia menjelaskan, sebagian pasar juga telah memperoleh pemeliharaan pada tahun sebelumnya. Adapun besaran anggaran untuk masing-masing pasar berbeda-beda karena disesuaikan dengan hasil asesmen dan tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.
"Sementara yang sudah selesai adalah Pasar Tamberu dan Banyuates. Untuk Camplong dan Margalela saat ini tinggal proses pencairan anggaran. Lima paket lainnya masih dalam tahap penunjukan rekanan," jelasnya.
Pemeliharaan pasar, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pengelolaan pasar tradisional.
"Diskopindag terus berkoordinasi agar seluruh pekerjaan pemeliharaan dapat segera dilaksanakan, " Imbuhnya.
Terpisah, salah satu pedagang di Pasar Srimangunan, Muklis, menyatakan, kebocoran atap di pasar terbesar di Kota Bahari tersebut sudah lama dikeluhkan. Akibatnya, jika terjadi hujan, jualan di kiosnya ikut terdampak.
"Jika hujan, yang banjir sampai ke timur dan sudah saya sampaikan ke koordinator pasar. Tapi, belum ada tindak lanjut," katanya. (Mukrim)
Next News

Diikuti 3.624 Peserta, Kemenag Sumenep Masuk 12 Besar Gerakan Indonesia Berkiblat
5 hours ago

Idul Khotmi Nasional, Puluhan Ribu Jamaah Tarekat Tijaniyah Padati Ponpes Al-Amien
5 hours ago

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Kembali Latih Santri Tangguh Bencana
a day ago

Ribuan Warga Pulau Pagerungan Kecil Sumenep Segera Nikmati Listrik
a day ago

Nelayan Pamekasan Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
a day ago

Ari Adriansyah Sampang Lolos Top 42 D'Academy 8, Dapat 3 SO dari Juri
a day ago

Ormas Gaib Desak PLN Benahi Tiang Miring dan Tegangan Turun
a day ago

MUI Sampang Minta DPRD Dukung RUU Pidana LGBT Masuk Prolegnas
a day ago

Marak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MUI Sampang: Fenomena Gunung Es
a day ago

Pengawasan Program MBG di Sampang Diperketat, Wabup: Penindakan Kewenangan BGN Pusat
a day ago





