Rabu, 8 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Warga Sampang Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD: Tunggu SK Bupati

Redaksi - Wednesday, 08 July 2026 | 03:53 AM

Background
Warga Sampang Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD: Tunggu SK Bupati
Warga mengambil air di sumur (Badri/Salsa/)

salsabilafm.com- Memasuki musim kemarau, warga desa di Kabupaten Sampang mulai terdampak kekeringan. Hal itu dirasakan oleh warga Desa Gunung kesan, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. 


Azkia (27), warga Desa Gunung Kesan, mengaku desanya mulai kekurangan air bersih sejak akhir Juni 2026. Meski terdapat sumur bor, namun kondisi air kini mulai keruh dan berlumut, sehingga sulit digunakan untuk kebutuhan dapur dan mandi.


"Kekeringan sudah mulai terasa dari akhir Juni. Kalau air ada, tapi banyak lumutnya dan sedikit. Jadi kurang untuk digunakan kebutuhan sehari-hari," katanya, Rabu, (8/7/2026)




Dia juga mengungkapkan, sumur bor yang ada tidak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga saja, melainkan juga dialokasikan untuk pertanian sehingga air cepat habis. 


"Bukan untuk kebutuhan sehari-hari saja, tapi juga untuk pertanian," tambahnya.

 



Akibat kondisi tersebut, sebagian warga memilih membeli air bersih dengan harga Rp250 ribu per tangki untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan kebutuhan lainnya.


"Sebagian tetangga sudah ada yang beli air di truk tangki, harganya Rp250 ribu. Biasanya dipakai sampai 2 Minggu, tapi tidak menentu juga, tergantung  pemakaian," ujarnya.


Menanggapi itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif, menyampaikan, pihaknya masih menunggu surat keputusan (SK) Bupati sebagai dasar penyaluran air bersih. 




"Untuk suplai air bersih masih menunggu SK. Jika SK itu sudah ditandatangani, itu sebagai dasar kita untuk menyuplai air bersih, kemudian kita distribusikan," katanya.


Pihaknya akan memproritaskan sejumlah wilayah yang masuk kategori paling kritis, termasuk Kecamatan Kedungdung, Robatal, dan Karang Penang.




"Ya nanti kita prioritaskan daerah Kedungdung, Robatal, Karang Penang. Itu desa-desa yang banyak kritisnya," pungkas Arif. (Bad)