Rabu, 8 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

BPBD Sampang Tambah Pipa Setinggi 2 Meter di Sumur Bor yang Keluarkan Api

Redaksi - Wednesday, 08 July 2026 | 03:47 AM

Background
BPBD Sampang Tambah Pipa Setinggi 2 Meter di Sumur Bor yang Keluarkan Api
BPBD Sampang saat lakukan pemasangan pipa di sumur bor yang keluarkan api (Badri/Salsa/)

salsabilafm.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang terus melakukan pemantauan terhadap sumur bor di Dusun Solong Timur, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben. Sumur bor tersebut sempat mengeluarkan api setinggi sekitar satu meter. 


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, mengatakan, pihaknya langsung melakukan survei ke tempat lokasi setelah menerima laporan kejadian. BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.


"Kami telah melakukan survei ke lokasi bersama unsur terkait. Sebagai langkah penanganan awal, BPBD memberikan tambahan pipa paralon setinggi dua meter untuk membantu mengendalikan keluarnya gas. Selanjutnya kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut," ujarnya, Selasa (7/7/2026).




Peristiwa tersebut bermula saat pemilik sumur, Isnanwar (40), melakukan pengeboran sumur hingga kedalaman sekitar 42 meter. Pada Senin (6/7/2026) pagi, sumur masih mengeluarkan air saat diuji coba. Namun sekitar pukul 13.00 WIB, dari lubang pengeboran mulai keluar gas yang kemudian tersulut hingga menimbulkan kobaran api.


Dalam penanganan di lapangan, BPBD melibatkan berbagai unsur, di antaranya Koramil Omben, Polsek Omben, Pemerintah Kecamatan Omben, serta masyarakat setempat.




Pihaknya tetap memastikan, akan terus memantau bersama instansi terkait hingga kondisi tersebut benar-benar dinyatakan aman. Pihaknya juga mengimbau kepada Masyarakat agar segera melapor apabila ditemukannya tanda-tanda keluarnya gas atau kondisi yang berpotensi membahayakan di sekitar lokasi pengeboran.


"Kami akan terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait hingga kondisi di lokasi benar-benar dinyatakan aman," pungkas Hozin. (Bad)