Selasa, 7 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pembunuh ASN Bangkalan Masih Buron, Polda Jatim Sebut Pelaku Berpindah-pindah Tempat

Redaksi - Tuesday, 07 July 2026 | 07:14 AM

Background
Pembunuh ASN Bangkalan Masih Buron, Polda Jatim Sebut Pelaku Berpindah-pindah Tempat
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKPB Arbaidi Jumhur

salsabilafm.com  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Timur masih memburu terduga pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51). RYS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Innova dengan nomor polisi M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu (24/6/2026) siang.


Lebih dari sepekan berlalu, kasus ini kini masih ditangani oleh Polresta Sidoarjo. Terduga pelaku masih dilakukan pengejaran oleh jajaran Dit Reskrimum Polda Jatim.


Terduga pelaku yang dimaksud mengarah pada pria berinisial E. Dia diduga menjadi orang terakhir yang bersama korban sebelum meninggal berdasarkan rekaman CCTV dan edaran video saat keduanya menghabiskan waktu di Kota Batu dan Malang.




"Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku," kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKPB Arbaidi Jumhur, Selasa (7/7/2026),dikutip dari kompas.com.


Jumhur mengatakan, terduga pelaku kabur dengan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain hingga keluar Provinsi Jatim.




"Banyak titik (yang ditargetkan). Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga," terangnya.


Jenazah RYS mulanya ditemukan oleh seorang pengemudi taksi online di sekitar lokasi. Setelah dievakuasi, jasad RYS dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.


Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas. (*)