Harga Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Sumenep Terancam Gulung Tikar
Redaksi - Tuesday, 07 July 2026 | 07:06 AM


salsabilafm.com - Harga telur ayam di Kabupaten Sumenep terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir. Kondisi tersebut membuat para peternak semakin tertekan karena biaya produksi justru terus meningkat, sehingga keuntungan yang diperoleh semakin menipis.
Salah seorang peternak ayam petelur di Kecamatan Guluk-Guluk, Moh. Faiq, mengungkapkan, harga telur yang dijual langsung dari kandang saat ini hanya berkisar Rp20.000 per kilogram. Sementara jika dijual melalui pengepul, harganya turun menjadi Rp19.000 per kilogram.
"Sekarang ini telur peternak dilepas dengan harga Rp20.000 per kg. Kalau lewat pengepul malah hanya Rp19.000 per kg. Biasanya kalau harga normal bisa mencapai Rp28.000 per kg," ujar Faiq, Selasa (7/7/2026), seperti dilansir KlikJatim.com.
Menurutnya, penurunan harga mulai dirasakan sejak sekitar satu bulan lalu dan semakin tajam dalam dua pekan terakhir. Kondisi itu berdampak langsung terhadap pendapatan peternak yang semakin sulit menutupi biaya operasional.
Di sisi lain, biaya produksi justru mengalami kenaikan. Harga pakan ayam disebut naik dari sekitar Rp410.000 menjadi Rp430.000 per sak. Selain itu, harga obat-obatan dan kebutuhan pemeliharaan lainnya juga terus meningkat.
"Harga pakan dan obat-obatan makin mahal, tidak sebanding dengan harga telur. Kalau terus seperti ini, kami bukan hanya merugi, tapi bisa gulung tikar," keluhnya.
Faiq berharap pemerintah dan otoritas terkait segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga telur agar kembali berada pada tingkat yang wajar sehingga peternak rakyat dapat mempertahankan usahanya.
"Saya cuma berharap harga telur ayam kembali normal seperti dulu, agar peternak kecil seperti kami bisa terus bertahan," harapnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, harga telur ayam di pasar tradisional masih berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp24.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup besar antara harga yang diterima peternak di tingkat kandang dengan harga yang dibayar konsumen di pasaran. (*)
Next News

Nelayan Pamekasan Meninggal Dunia, Terlilit Tali Jaring Saat Melaut
12 hours ago

Petani Tembakau Mulai Panen Awal, Harga Capai Rp50 Ribu per Kilogram
12 hours ago

Pembunuh ASN Bangkalan Masih Buron, Polda Jatim Sebut Pelaku Berpindah-pindah Tempat
12 hours ago

Polisi Periksa 3 Orang Terkait Kasus Dugaan Suap Korwil BGN di Pamekasan
12 hours ago

Investasi di Sampang Baru Terealisasi Rp19 M, Jauh dari Target Rp380 M per Tahun
12 hours ago

Eksekusi Lahan di Sampang Sempat Ricuh, Termohon Akan Berjuang Lewat Jalur Hukum
12 hours ago

66 Rumah Tidak Layak Huni di Sumenep Berhasil Direhabilitasi
12 hours ago

Lansia Miskin di Sampang 2 Kali Gagal Ambil Bantuan Pangan
12 hours ago

Sumur Bor di Omben Sampang Keluarkan Api, Petugas Pasang Police Line
13 hours ago

76 Desa di Sumenep Rawan Kekeringan, Musim Kemarau Diprediksi Panjang
11 hours ago





