Lansia Miskin di Sampang 2 Kali Gagal Ambil Bantuan Pangan
Syabilur Rosyad - Tuesday, 07 July 2026 | 07:05 AM


salsabilafm.com – Kehidupan Misnati, seorang lansia warga Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, jauh dari kata sejahtera. Di usia senjanya, dia harus merawat cucunya, Zainuddin (16), yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Keduanya tinggal di sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak huni.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Misnati mengaku kerap mengandalkan bantuan dari para tetangganya. "Ya beginilah kondisi kami. Masak saja kadang dikasih tetangga," ujarnya lirih, Selasa (7/7/2026).
Di tengah keterbatasan tersebut, Misnati sempat berharap bisa sedikit terbantu setelah saudaranya, Rofi'ah, terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Namun, bantuan yang diharapkan dapat diwakilkan pengambilannya itu justru belum berhasil diterima.
Misnati mengaku telah dua kali meminta cucunya datang ke balai desa untuk mengambil bantuan tersebut. Namun, setiap kali tiba di lokasi, Zainuddin diminta pulang karena tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), meski telah menunjukkan Kartu Keluarga (KK) dan surat undangan pengambilan bantuan.
"Sudah beberapa kali dia ke balai, tapi disuruh pulang terus karena tidak membawa KTP. Padahal sudah membawa KK dan surat undangan," tutur Misnati.
Keterangan serupa disampaikan seorang tetangga Misnati yang enggan disebutkan namanya. Dia mengaku sempat mengantar Zainuddin ke balai desa dan membantu menjelaskan kondisi keluarga tersebut, namun permohonan pengambilan bantuan tetap ditolak.
"Kemarin saya antar dia, tapi masih saja ditolak meski saya sudah membantu menjelaskan. Padahal Zainuddin ini masih satu KK dengan KPM yang tercatat," katanya.
Kondisi tersebut menjadi sorotan mengingat Misnati merupakan lansia yang hidup dalam keterbatasan dan masih harus mengasuh cucunya yang telah yatim piatu.
Saat dikonfirmasi mengenai mekanisme penyaluran Bantuan Pangan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Moh. Anwari Abdullah, menyatakan bahwa program tersebut bukan menjadi kewenangan Dinas Sosial.
"Maaf ya, kalau bantuan itu kami tidak bisa memberikan komentar karena bukan ranah kami. Itu ranah Bulog dan pihak desa," ujarnya singkat.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Banyukapah, Ruspandi, mengatakan, persoalan tersebut berkaitan dengan administrasi. Dia berjanji akan melakukan pembenahan agar ke depan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.
"Permasalahannya ada pada administrasi. Ke depan kami akan melakukan yang terbaik dan berjanji tidak akan menyulitkan warga dalam setiap pelayanan," pungkasnya. (Syad)
Next News

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Kembali Latih Santri Tangguh Bencana
a day ago

Ribuan Warga Pulau Pagerungan Kecil Sumenep Segera Nikmati Listrik
a day ago

Nelayan Pamekasan Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
a day ago

Ari Adriansyah Sampang Lolos Top 42 D'Academy 8, Dapat 3 SO dari Juri
a day ago

Ormas Gaib Desak PLN Benahi Tiang Miring dan Tegangan Turun
a day ago

MUI Sampang Minta DPRD Dukung RUU Pidana LGBT Masuk Prolegnas
a day ago

Marak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MUI Sampang: Fenomena Gunung Es
a day ago

Pengawasan Program MBG di Sampang Diperketat, Wabup: Penindakan Kewenangan BGN Pusat
a day ago

PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke 4 Desa Terdampak Kekeringan di Karang Penang
a day ago

PCNU Sampang Gelar Silaturahim dan Istighotsah Sambut Muktamar NU ke-35
a day ago




