Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
Redaksi - Saturday, 11 July 2026 | 07:41 AM


salsabilafm.com - Jumlah desa yang berpotensi terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan tahun 2026 diprediksi bertambah dibandingkan tahun lalu. Namun, data tersebut masih menunggu penetapan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Pamekasan sebelum diumumkan secara resmi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, hasil verifikasi dan validasi (verval) lapangan terkait desa potensi terdampak kekeringan telah selesai dibahas dalam rapat.
Senin (13/7/2026) lusa, BPBD akan melaporkan hasil tersebut kepada Bupati Pamekasan sebagai dasar penerbitan SK penetapan desa penerima bantuan air bersih.
"Baru habis rapat, Senin mau lapor ke bapak. Jumlah desanya sudah ada tapi nanti nunggu sekalian SK dari bupati, kami tidak mau mendahului beliau," ujarnya, Sabtu, (11/7/2026), dilansir dari Klik Madura.
Dhofir menjelaskan, proses penetapan desa potensi kekeringan diawali dengan permintaan kepada kepala desa untuk mengirimkan data wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Data tersebut kemudian diverifikasi di tingkat kecamatan, dibahas dalam rapat, dan selanjutnya diajukan kepada bupati untuk ditetapkan melalui SK.
Bertambahnya wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino. Dampaknya, musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih kering, dan lebih panas sehingga memengaruhi debit air, terutama pada sumber-sumber mata air.
"Jadi ini nanti penyalurannya serentak dan terjadwal, karena ada dua status untuk kekeringan ini," terangnya.
Dijelaskan, terdapat dua kategori kekeringan, yakni kering langka dan kering kritis. Kering langka merupakan wilayah yang berjarak 1,5 hingga 3 kilometer dari sumber mata air.
Sedangkan kering kritis adalah wilayah yang berjarak lebih dari 3 kilometer sehingga membutuhkan dukungan pasokan air bersih lebih banyak.
Dhofir menegaskan, data potensi kekeringan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca serta laporan dari masyarakat, pemerintah desa, maupun pihak kecamatan.
"Nanti bergiliran untuk penyalurannya. Kalau kecamatan itu sedikit nanti bisa digabung dengan kecamatan lain untuk penyalurannya, semoga terlaksana dengan baik," pungkasnya. (*)
Next News

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
6 hours ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
7 hours ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
11 hours ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
11 hours ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
11 hours ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
2 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
2 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
2 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
a day ago

Aktivis Perempuan Desak Polisi Tangkap 15 Terduga Pelaku Rudapaksa Anak yang Buron
a day ago




