Pemkab Bangkalan Tegaskan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Dana Desa
Ach. Mukrim - Thursday, 19 June 2025 | 09:03 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menegaskan pentingnya pengelolaan dana desa secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.
Penekanan ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa yang digelar pada Rabu, (18 /6/2025), dengan menghadirkan berbagai narasumber dari unsur penegak hukum, legislatif, TNI, inspektorat, hingga praktisi keuangan digital.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim dalam sambutannya menyampaikan, pengelolaan dana desa tidak boleh asal-asalan. Setiap rupiah yang dikelola harus bisa dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Dana desa harus dikelola oleh aparatur yang memahami aturan. Ini bukan dana pribadi, melainkan dana publik yang wajib digunakan secara bijak, terbuka, dan tepat sasaran," ucapnya.
Sejumlah materi pembinaan yang diberikan secara khusus menyoroti tantangan dan potensi penyalahgunaan dana desa. Kasubsi 2 Intel Kejaksaan Negeri Bangkalan Berdy Despar Maghrobi, misalnya, mengingatkan tentang potensi tindak pidana korupsi yang bisa terjadi akibat ketidaktahuan atau kelalaian aparatur desa dalam menyusun laporan dan menjalankan prosedur penggunaan anggaran.
Sementara itu, Kanit Idik 4 Satreskrim Polres Bangkalan, Eko Kurniawan menjelaskan aspek hukum pengelolaan keuangan desa dan pentingnya dokumentasi yang lengkap sebagai alat bukti jika terjadi pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.
Dari sisi pengawasan internal, Auditor Ahli Muda Inspektorat Bangkalan Reni Dwi Yuliastuti, SE, menekankan pentingnya perencanaan yang matang, realisasi yang tepat waktu, serta pelaporan yang sesuai ketentuan.
Ia juga mengingatkan perlunya evaluasi rutin oleh pemerintah desa sendiri sebelum diperiksa inspektorat.
"Desa harus menyusun RKPDes dan APBDes secara realistis, melibatkan masyarakat, dan memastikan tidak ada celah penyimpangan. Pengawasan tidak hanya dari luar, tapi harus tumbuh dari internal pemerintah desa sendiri," ujar Reni.
Dalam sesi diskusi, para peserta juga diberi pemahaman tentang penggunaan sistem keuangan desa berbasis digital untuk mempermudah pencatatan, transparansi, dan pelaporan. (*)
Next News

Cancel Culture dan Kekuasaan Netizen
in 4 hours

Musrenbang RKPD 2027 di Sokobanah, Infrastruktur dan Banjir Rob Jadi Atensi Serius
21 hours ago

Wabup Sampang: Karang Penang Punya Potensi Besar di Sektor Industri dan Pertanian
21 hours ago

Gunakan Kapal Perintis, Kemenhub Fasilitasi Kepulangan Santri ke Madura
a day ago

Puluhan Pasutri di Pamekasan Ikuti Isbat Nikah, Ada yang Miliki 3 Anak
a day ago

TPA Permanen Tak Kunjung Ada, DPRD Bangkalan: Sampah Ini Akan Jadi Bom Waktu
a day ago

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pelaku Penganiayaan Nenek di Bangkalan
a day ago

Sekda Sampang Akui Kelangkaan Pupuk, Tekankan Kios Mendekat ke Sentra Pertanian
a day ago

Polis Sita Ratusan Miras di Pamekasan, Imbau Masyarakat Laporkan ke Call Center 110
a day ago

Musrenbang RKPD 2027 di Camplong: Layanan Kesehatan dan Pupuk Langka Jadi Atensi
a day ago





