Rabu, 4 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Musrenbang RKPD 2027 di Sokobanah, Infrastruktur dan Banjir Rob Jadi Atensi Serius

Ach. Mukrim - Wednesday, 04 February 2026 | 06:54 AM

Background
Musrenbang RKPD 2027 di Sokobanah, Infrastruktur dan Banjir Rob Jadi Atensi Serius
Musrenbang Kecamatan Sokobanah, Sampang. (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang tahun 2027 resmi berakhir di Kecamatan Sokobanah. Forum ini menjadi wadah bagi masyarakat dan stakeholder setempat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan yang sempat tertunda di tahun-tahun sebelumnya.


Camat Sokobanah, Sapta Nuris Ramlan, mengatakan, usulan pembangunan tahun 2027 merupakan kelanjutan dari aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi pada periode sebelumnya. Dia menitikberatkan pada sektor infrastruktur jalan dan drainase yang dinilai sebagai kebutuhan paling mendasar bagi mobilitas warga. 


"Kami mengakui sudah banyak sebenarnya yang dibangun oleh pemerintah kabupaten Sampang terkait perbaikan infrastruktur jalan kemarin. Namun, masih ada beberapa yang perlu diperbaiki juga," katanya, Rabu (4/2/2026).


Pihaknya menyoroti kerentanan geografis wilayahnya yang kerap dihantam bencana, mulai dari tanah longsor hingga banjir rob di kawasan pesisir. Sebab itu, dia mendesak adanya solusi teknis permanen untuk melindungi pemukiman warga dan fasilitas publik. 


"Kami mengalami longsor jalan dan sangat butuh tangkis laut untuk desa-desa di pinggir laut karena sering banjir rob. Kami juga butuh saluran air yang memadai agar jalanan tidak lagi tergenang saat hujan deras," paparnya.


Terkait masalah sampah, dia berharap ada intervensi berupa edukasi pengolahan limbah serta penyediaan akses air bersih yang layak bagi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan wilayah harus dibarengi dengan fasilitas sanitasi yang mumpuni. 


"Masalah utama kami adalah sampah, kami harap ada pelatihan pengolahan sampah dan pembangunan TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Selain itu, masalah air bersih juga menjadi prioritas yang terus kami dorong dalam forum Musrenbang ini," jelas Sapta. 


Dia memaparkan langkah kecamatan dalam mencari pendanaan alternatif melalui program kemitraan untuk mengatasi krisis energi dan infrastruktur pendukung lainnya. Hal ini dilakukan guna menyiasati keterbatasan anggaran daerah yang tersedia.


 "Kami sempat mengajukan proposal ke BNI dan BRI tapi belum bisa, akhirnya ada Petronas yang bisa diajak kerja sama. Alhamdulillah, listrik di Sokobanah yang dulu sering padam sekarang sudah terbantu berkat dukungan Petronas," paparnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, mengatakan, Sokobanah adalah kecamatan ke-14 atau terakhir yang dikunjungi dalam rangkaian Musrenbangcam RKPD 2027. Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong empat prioritas pembangunan. Mulai dari peningkatan SDM, penurunan kemiskinan, konektivitas infrastruktur berwawasan lingkungan, dan tata kelola digital.


"Sokobanah adalah wilayah pesisir dengan potensi besar di sektor kelautan, pertanian, dan pariwisata seperti Pantai Lon Malang. Saya minta pengelolaannya semakin profesional, termasuk menjaga kebersihan dari sampah agar tetap menarik wisatawan internasional," tegasnya.


Wabup juga menginstruksikan OPD terkait untuk memberi atensi khusus pada jalan poros Palerenan–Batu Lenger yang rusak parah akibat longsor. Termasuk juga antisipasi dalam menangani kerawanan kekeringan yang sering melanda wilayah tersebut.


Terkait usulan yang belum terealisasi di tahun sebelumnya, Mahfudz menjelaskan, hal tersebut dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.


"Transfer ke daerah mengalami pengurangan, sehingga ada beberapa usulan yang belum terealisasi. Namun, usulan tersebut tetap menjadi pertimbangan. Saya minta OPD lebih kreatif mencari pendanaan alternatif agar pembangunan di Sokobanah tetap bisa berjalan maksimal," pungkasnya. (Mukrim)